Monthly Archives: November 2019

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi – Saat ini memahami eksistensi kreasi konten dalam  komunikasi massa dan media massa tidak cukup hanya dengan mengkaji cara kerja praktisi serta khalayak dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi. Hal tersebut memerlukan juga penelusuran tentang perubahan konsep komunikasi masa yang dipengaruhi  perkembangan teknologi pendukungnya. Konsep komunikasi dan media senantiasa mengikuti dinamika peradaban manusia yang saat ini telah memasuki era masyarakat informasi jika dibandingkan dengan era sebelumnya (era pertanian dan era masyarakat industri)

Penduduk informasi merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk dapat mendeskripsikan sebuah masyarakat yang dapat memaksimalkan suatu informasi dan teknologi komunikasi baru. Mereka memanfaatkan teknologu baru tersebut dalam berbagai sendi kehidupan ini seperti, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Masyarakat berintraksi dalam komunitas virtual termasuk didalamnya menghimpun hingga berbagi informasi. Tatanan dalam memperoleh informasi tidak hanya mengandalkan media masa yang bersifat konvensional saj, melainkan juga dapat melalui media komunikasi lainnya yaitu media online.

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Indonesia menempati peringkat tujuh Asia sebagai Negara dengan pengguna internet terbanyak. Data ini lazimnya juga dapat digunakan pemerintah Indonesia untuk melihat profit pengguna internet yang saat ini sekitar 34% masyarakat Indonesia yang sudah mengakses media informasi seperti youtube). Walaupun banyak menggunakan internet , tidak semua warga masyarakat melek akan teknologi saat  ini.  Dengan berbagai konten, kreasi masyarakat dapat diasah dan dijadikan sebagai penghasilan masyarakatnya itu sendiri.

Di masa digital sekarang kita disajikan dengan berbagai informasi bahkan hingga overloads. Walaupun begitu kita tak kunjung bosan. Kita senang mengapresiasi sesuatu yang baru dan mengesankan. Itulah kehebatan dari Content Creator.

Content Creator merupakan bagian dari sebuah tim kreatif yang terdiri dari penulis, illustrator, fotografer dan sebagainya. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa Content Creator adalah orang yang mampu menciptakan konten menarik.

Menjadi Content Creator sangat mungkin tidak hanya sebatas hobi, tetapi bisa menjadi menjadi profesi. Berawal dari ketekunan, fokus pada minat dan mengasah ketrampilan dan kreatifitas. Menjadi Content Creator tanpa batas usia, ras, latar belakang ekonomi maupun pendidikan. Kita bisa menjadi Content Creator di banyak sosial media, misalnya Instagram, Line dan yang sangat populer saat ini adalah YouTube.

Salah satu contoh Content Creation di sosial media yaitu YouTube. Di era milenium ini, hampir semua orang sudah mengenal YouTube. Apalagi dengan kemudahan membuat video yang bahkan bisa dilakukan hanya dengan mengunakan smartphone, YouTube semakin berjaya karena semakin banyak orang yang bisa mengunggah video miliknya sendiri untuk ditonton orang lain.

Pada dasarnya, YouTube merupakan sebuah website yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi video yang mereka miliki atau sebatas menikmati berbagai video klip yang diunggah oleh berbagai pihak. Tersedia berbagai macam video yang dapat diunggah ke situs ini, seperti video klip musik dari musisi tertentu, film pendek, film televisi, trailer film, video edukasi, video blog milik para vlogger, video tutorial berbagai macam aktivitas dan masih banyak lagi.

Saat ini memahami eksistensi kreasi konten dalam  komunikasi masa dan media masa tidak cukup hanya dengan mengkaji cara kerja praktisi serta khalayak dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi. joker123 Hal tersebut memerlukan juga penelusuran tentang perubahan konsep komunikasi masa yang dipengaruhi  perkembangan teknologi pendukungnya. Konsep komunikasi dan media senantiasa mengikuti dinamika peradaban manusia yang saat ini telah memasuki era masyarakat informasi jika dibandingkan dengan era sebelumnya (era pertanian dan era masyarakat industri)

Konten dapat diartikan sebagai tulisan, gambar, audio dan video yang disampaikan dalam media itu sendirin atau sesuatu yang diekspresikan melalui beberapa media seperti pidato, tulisan atau berbagai seni untuk ekspresi diri, distribusi, pemasaran dan atau publikasi. Sedangkan kreasi merupakan suatu bentuk dari seni, dimana diperlukan tindakan untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi berguna atau menarik untuk dilihat.

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Diperlukan keahlian tertentu untuk berkreasi, entah untuk menyenangkan diri sendiri ataupun untuk menyenangkan orang lain. Survey mendeskripsikan pembuatan konten sebagai kreasi adalah “orang-orang yang berkontribusi membuat konten di dunia online”.

Indonesia menempati peringkat tujuh Asia sebagai Negara dengan pengguna internet terbanyak. Data ini l juga dapat digunakan pemerintah Indonesia untuk melihat profit pengguna internet yang saat ini sekitar 34% masyarakat Indonesia yang sudah mengakses media informasi seperti youtube). Meskipun banyak menggunakan internet , tidak semua warga masyarakat melek akan teknologi saat  ini.  Dengan berbagai konten, kreasi masyarakat dapat diasah dan dijadikan sebagai penghasilan masyarakatnya itu sendiri.

Masyarakat Indonesia saat ini berada dalam fase transisi menuju masyarakat era informasi melalu kreasi konten. Kreasi konten dalam sebuah komunikasi masa dan media masa merupakan konsep yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah informasi yang dapat memaksimalkan informasi dan teknologi komunikasi yang baru. Di kancah global berbasis web yang didukung jaringan internet yang sangat baik mendukung masyarakat untuk berkarya sesuai bakatnya.

Fenomena semakin berkembang  dengan media sosial dan pergesaran pola masyarakat dalam mengkonsumsi informasi ini tidak dapat diabaikan begitu saja oleh praktisi industri media pemberitaan. Satu hal yang tidak kalah penting , industri media mainstream juga perlu mengetahui penggunaan berbagai platform dari media sosial.

Platform digital plukme telah dirancang sedemikian rupa bagi para content creator telah dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan yang dapat dibaca langsung di plulme atau media network milik plukme lainnya. Sebagai lazimnya seorang content creator ingin menulis suatu konten yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Salah satunya adalah konten yang berisi gambar-gambar yang berhubungan dengan isi konten yang disajikan. Hal ini agar memudahkan dan meringkas sebuah penjelasan makna yang terkandung dalam konten tersebut.

Di kancah global berbasis web yang didukung jaringan internet yang sangat baik mendukung masyarakat untuk berkarya sesuai bakatnya. Fenomena semakin berkembang  dengan media sosial dan pergesaran pola masyarakat dalam mengkonsumsi informasi ini tidak dapat diabaikan begitu saja oleh praktisi industri media pemberitaan.

Satu hal yang tidak kalah penting , industri media mainstream juga perlu mengetahui penggunaan berbagai platform dari media sosial. Platform digital plukme telah dirancang sedemikian rupa bagi para content creator telah dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan yang dapat dibaca langsung di plulme atau media network milik plukme lainnya. Sebagai lazimnya seorang content creator ingin menulis suatu konten yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Salah satunya adalah konten yang berisi gambar-gambar yang berhubungan dengan isi konten yang disajikan. Hal ini agar memudahkan dan meringkas sebuah penjelasan makna yang terkandung dalam konten tersebut.

Di era digital saat ini banyak sekali ditemukann hal-hal menarik untuk diulas bagi conten creator seperti tempat wisata, kuliner, fashion, make-up dan lain-lain. Kreasi konten ini bertujuan untuk mengasah kreatifitas masyarakat dalam bidan digital, baik itu melalui instagram ataupun youtube.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Para Milenial dan Era Industri 4.0 – Sebuah program Making Indonesia 4.0 mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini. Kewajiban negara pula untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0 itu.

Negara Indonesia telah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Tetapi, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari pergantian-pergantian yang ditimbulkannya. Bahkan, fakta-fakta perubahan itu masih sering diperdebatkan. Semisalnya, banyaknya toko konvensional di pusat belanja (mall) yang tutup sering dipolitisasi dengan argumentasi bahwa kecenderungan itu disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. Padahal, toko-toko konvensional memang mulai menghadapi masalah serius atau minim pengunjung karena sebagian masyarakat perkotaan lebih memilih sistem belanja online. Mulai dari beli baju, sepatu, dan buku hingga beli makanan semuanya dengan pola belanja online.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Masih ada beberapa contoh tentang dampak dari adaptasi era Industri 4.0. Semisalnya, karena faktor e-banking dan pesatnya perkembangan sistem pembayaran, 30 persen pos pekerjaan pada setiap bank diprediksi akan hilang dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, akhir-akhir ini pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor perbankan pun tak terhindarkan. Lalu, berlakunya ketentuan e-money untuk bayar tol pun punya dampak terhadap pekerja yang selama ini melayani pembayaran tunai di semua pintu jalan tol.

Industri surat kabar pun mengalami penurunan skala bisnis yang cukup signifikan, karena tak bisa bisa menghindari dampak dari pesatnya pertumbuhan media online. Beberapa ilustrasi ini menggambarkan perubahan yang muncul akibat digitalisasi dan otomasi dalam era Industri 4.0 sekarang ini. https://www.griyabet88.com/ Perubahan-perubahan besar menjadi tak terhindarkan ketika dunia harus bertransformasi mengikuti perubahan zaman.

Revolusi Industri Pertama ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Lalu, produksi massal menjadi sebuah kemungkinan yang terbuka berkat adanya tenaga listrik pada Revolusi Industri Kedua. Sektor industri kemudian bisa mewujudkan otomatisasi produksi pada Revolusi Industri Ketiga karena dukungan industri elektronik dan teknologi informasi. Seluruh perubahan itu mendorong manusia beradaptasi, karena pada akhirnya akan mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan.

Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Karena itu, ada urgensinya jika negara perlu berupaya maksimal dan lebih gencar memberi pemahaman kepada semua elemen masyarakat tentang hakikat era Industri 4.0 dengan segala konsekuensi logisnya. Langkah ini penting karena belum banyak yang berminat memahami Industri 4.0. Masyarakat memang sudah melakoni beberapa perubahan itu, tetapi kepedulian pada tantangan di era digitalisasi dan otomasi sekarang ini pun terbilang minim.

Jadi, negara harus mengambil inisiatif mendorong semua elemen masyarakat lebih peduli era Industri 4.0. Dengan memberi pemahaman yang lebih utuh dan mendalam, masyarakat dengan sendirinya akan terdorong untuk bersiap menghadapi sekaligus merespons pergantian-pergantian dimaksud. Pun menjadi sangat penting adalah mendorong sektor pendidikan nasional –dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi– menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan pada era sekarang ini. Kurikulum yang membuka akses bagi generasi milenial mendapatkan ilmu dan pelatihan untuk menjadi pekerja yang kompetitif dan produktif.

Dalam konteks industri dan produksi, Industri 4.0 dipahami sebagai komputerisasi pabrik, atau otomasi dan rekonsiliasi data guna mewujudkan pabrik yang cerdas (smart factories). Terstruktur dalam pabrik cerdas ini adalah robot atau cyber physical system (sistem siber-fisik), Internet untuk Segala (IoT), komputasi awan (cloud), dan komputasi kognitif. Semuanya serba digital. Sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Kemudian, melalui IoT, sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain dan dengan manusia secara bersamaan. Lewat cloud, disediakan layanan internal dan lintas organisasi, yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai manufaktur.

Kompetensi SDM

Untuk merespons perubahan pada era Industri 4.0, pemerintah telah bersiap dengan merancang peta jalan (road map) berjudul Making Indonesia 4.0, sebagai strategi Indonesia memasuki era digital saat ini. Program Making Indonesia 4.0 menetapkan arah yang jelas bagi masa depan industri nasional. Negara berketetapan untuk fokus pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan, serta menjalankan 10 inisiatif nasional untuk memperkuat struktur perindustrian Indonesia, termasuk inisiatif mempersiapkan tenaga kerja yang andal serta keterampilan khusus untuk penguasaan teknologi terkini.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengelompokkan lima industri utama yang disiapkan untuk Revolusi Industri 4.0. “Lima industri yang jadi fokus implementasi Industri 4.0 di Indonesia yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia,” kata Presiden saat membuka Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) pada pekan pertama April 2018.

Menurut Presiden, kelima industri tersebut ditetapkan menjadi tulang punggung guna meningkatkan daya saing. Lima sektor tersebut juga dinilai Presiden akan menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru berbasis teknologi. daftar joker123 Memang, era Industri 4.0 sudah menghadirkan pabrik cerdas karena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, peluang bagi tercipta dan tersedianya lapangan kerja baru tetap terbuka.

Persiapan negara berlanjut dengan gagasan pembangunan infrastruktur digital. Era ini, bagian Kementerian Perindustrian bersama Kemenkominfo serta PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sedang melakukan mapping penerapan teknologi 5G di sejumlah kawasan industri. Dikarenakan, sektor industri butuh konektivitas serta interaksi melalui teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan di seluruh rantai nilai manufaktur demi efisiensi dan peningkatan kualitas produk.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah mengemukakan keyakinannya bahwa Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci di Asia dalam implementasi Industri 4.0. Terdapat dua potensi nyata yang melandasi keyakinan itu, yakni pasar yang besar dan ketrampilan. Dua potensi ini mampu mendukung pengembangan era digital.

Sebab, dewasa ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta orang. Dan, ketrampilan generasi milenial bisa terekam pada semua perguruan tinggi atau universitas di Indonesia. Industri Airlangga pun memastikan bahwa generasi milenial akan memainkan peran penting. Sedikitnya 49,5 persen pengguna internet berusia 19-34 tahun. Mereka berinteraksi atau melek teknologi berkat telepon pintar (smartphone).

Potensi nyata yang digambarkan Menteri Airlangga itu harus ditingkatkan dan dipertajam. Sebab, dalam fungsinya sebagai pekerja, generasi milenial dituntut untuk meningkatkan kapasitas. Tak cukup hanya dengan penguasaan teknologi, tetapi harus dilengkapi penguasaan sejumlah bahasa asing agar bisa komunikatif pada tingkat global. Peningkatan kapasitas pekerja milenial itu bisa diwujudkan melalui pelatihan, kursus dan sertifikasi. Industri dan institusi pendidikan pun harus peduli pada isu tentang peningkatan kapasitas pekerja di era Industri 4.0 ini.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian sedang giat-giatnya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar menguasai teknologi digital. Sebuah cara yang dipilih adalah program vokasi SMK dan industri, serta memacu politeknik melalui program skill for competitiveness. Pasti menjadi sangat ideal jika program peningkatan kompetensi SDM itu bisa masuk dalam kurikulum pendidikan sejak pendidikan dasar untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif.

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital – Perkembangan teknologi informasi tak bisa dihindari telah menciptakan disrupsi pada berbagai bidang. Salah satunya, bisnis media massa konvensional.

Dikutip dari salah satu media pers di Indonesia, dalam dua-tiga tahun ini beberapa media konvensional di Indonesia memutuskan untuk menghentikan bisnis cetak dan beralih ke media online.

PricewaterhouseCoopers (PwC), lembaga audit dan konsultan global yang berbasis di London, melansir riset menarik bertajuk ‘Perspectives from the Global Entertainment and Media Outlook 2017–2021: Curtain up! User experience takes center stage’.

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Dalam riset itu, PwC melakukan survei terhadap 54 negara dengan klasifikasi 17 segmen atau subsektor bisnis dalam klasifikasi industri entertainment & media (E&M).

Pada 2021, diprediksi industri E&M Indonesia hanya mampu meraup pendapatan US$23-US$25 miliar, di bawah rata-rata pendapatan negara yang disurvei US$41 miliar.

Sementara, laju pertumbuhan investasi tahun majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) industri E&M Indonesia sebesar 9%-10%, dua kali lipat dari pertumbuhan global yang hanya 4,2%.

Tutupnya Koran Tertua di Malaysia

Pada awal Desember 2018 menjadi hari terakhir koran Malay Mail versi cetak terbit. Malay Mail, koran tertua di Malaysia, akhirnya harus ikut bertekuk lutut pada kedigdayaan internet. Tren senja kala media cetak terjadi di Negeri Jiran.

Edisi terakhir ini diunggah Dhimas Ginanjar, pemimpin redaksi Jawapos.com, di akun Twitternya. idnpoker Dia menyatakan, “Koran tertua di Malaysia itu kini berpindah secara penuh ke digital.”

Utusan Malaysia ( Jawi : اوتوسن مليسيا; secara harfiah The Malaysia Courier ) adalah surat kabar berbahasa Melayu yang diterbitkan di Malaysia. Berbeda dengan masthead birunya sebagai logo dan merek dagangnya, Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan di Jawi pada tahun 1939. Utusan Malaysia menjadi media yang berpengaruh bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka terhadap keputusan Pemerintah Inggris di Malaya.

Meskipun ada laporan awal bahwa Utusan Malaysia dan saudara perempuannya menulis Mingguan Malaysia , Kosmo! , dan Kosmo! Ahad akan ditutup pada pertengahan Agustus 2019, penerbit surat kabar Utusan Group mengumumkan bahwa mereka akan terus menerbitkan setelah menerima suntikan dana sebesar RM $ 1,6 juta dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Sirkulasi Utusan Malaysia memuncak hingga 350.000 kopi sehari pada 1990-an dan itu adalah salah satu surat kabar terlaris di Malaysia. Sirkulasi telah menurun sekitar 250.000 pada tahun 2004 dan kemudian turun menjadi 144.438 eksemplar pada paruh pertama 2016. Mingguan Malaysia, edisi Minggu Utusan Malaysia, memiliki sirkulasi 313.495 pada paruh pertama 2016, yang menjadikannya paling populer koran dalam bahasa Melayu.

Menurut kantor berita Bernama, Malay Mail telah berusia 122 tahun, terbit pertama kali pada 14 Desember 1986. Edisi terakhir Malay Mail berisi 60 halaman full color, isinya bukan berita, melainkan nostalgia.

Per 2 Desember, Malay Mail menghentikan produksi koran cetak dan sepenuhnya beralih ke online. Pemimpin Redaksi Malay Mail, Datuk Wong Sai Wan, dalam pesan perpisahannya meminta pembaca untuk ikut serta dalam perjalanan baru media tersebut di dunia digital.

Alasan diberhentikannya edisi cetak sama seperti alasan koran lainnya yang tutup: Kalah bersaing dengan media online. Wong mengatakan, koran Malay Mail cetak hanya dibaca generasi tua yang memerlukan media fisik, bukan digital.

Masyarakat lebih suka membaca berita di internet yang bisa didapatkan dengan gratis. Semakin banyak pembaca, semakin banyak pula pemilik usaha yang beralih memasang iklan di media online. Persaingan ini tak kuat dihadapi media cetak.

“Model bisnis koran cetak tidak sempurna karena bergantung pada iklan untuk bertahan, dan kemudahan akses informasi digital membuat kami merasa tidak berguna sebagai penyedia berita,” kata Wong kepada Bernama.

Apa yang terjadi terhadap Malay Mail sejatinya dialami oleh media cetak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak media cetak di negara ini akhirnya tutup buku dan beralih ke internet.

Di antara media-media besar Indonesia yang memutuskan berhenti menggunakan tinta dan beralih ke industri digital adalah Tabloid Bola, Majalah Hai, Majalah Kawanku, hingga Jakarta Globe.

Di Amerika Serikat, fenomena ini telah terjadi sejak 2004 lalu. Menurut data Universitas North Carolina (UNC) tahun lalu, idn poker ada 1.800 koran lokal yang tutup atau merger karena kalah dengan media online.

Beberapa media di Malaysia juga tengah mengalami masa-masa sulit. Akhir tahun lalu, sebanyak 800 karyawan koran Utusan Malaysia diberi opsi untuk pensiun dini karena keuangan media itu sedang terjepit.

Utusan Melayu tidak lagi mendapatkan dukungan finansial penuh dari UMNO setelah koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilu Mei 2018. Koran Utusan Malaysia dikenal sebagai corong pemerintahan Najib Razak sebelum dikalahkan kubu Mahathir Mohamad.

Padahal di awal 90-an, koran ini bisa mencapai oplah antara 250 ribu hingga 300 ribu. Namun angka itu menurun drastis pada 2005, di awal kebangkitan media online di Malaysia.

Media Prima Malaysia dan Star Media Group, kelompok media terbesar di Malaysia, menurut Bernama telah memutus kontrak 1.000 staf akibat kurangnya pemasukan.

“Koran punya masa depan yang sangat terbatas di situasi sekarang ini,” kata penerbit Malay Mail Datuk Siew Ka Wei.

Tantangan Media Massa di Era Digital

Sebelumnya, Direktur utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Meidyatama Suryodiningrat menjelaskan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh media massa Indonesia di era digital. Tantangan yang paling utama dihadapi oleh media massa ialah maraknya berita hoax.

Meidyatama mengatakan berita hoax dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berbagai persepsi di masyarakat. Ia menyebut negara Amerika merupakan salah satu negara, yang pernah  kesulitan menangani berita hoax. Maraknya berita hoax tersebut terjadi saat Pemilu presiden Donal Trump.

“Amerika saja yang merupakan negara adikuasa pernah kesulitan mengendalikan berita hoax tentang Donal Trump, apalagi media di Indonesia,” ujarnya saat mengisi materi kuliah umum di Perpustakaan Unand lantai Lima lalu.

Tak hanya berita hoax, kata Meidyatama, hal lainnya seperti keberagaman media, etika media non tradisional, serta business model menjadi tantangan tersendiri bagi media Indonesia. Terdapat  lebih dari 1000 media lokal cetak Indonesia, serta ratusan media radio dan televisi yang berada di beberapa kelompok besar di Indonesia. Keberagaman media tersebut bersaing dalam menyajikan informasi.

Sedangkan etika media non tradisonal, lanjut Meidyatama, merupakan sikap seseorang dalam bermedia massa. Media sosial turut serta memberikan informasi lewat penggunanya, contoh kecilnya ialah sikap dalam bermedia sosial. Sedangkan model business merupakan tinjauan ekonomi dari sebuah media massa.

“Semakin berkembang media massa, semakin banyak tantangan yang akan dihadapi. Diantaranya ragam media di Indonesia, terutama media massa digital yang mengutamakan kecepatan waktu dalam menyajikan informasi,” katanya.

Media merefleksikan konsumennya dan konsumenlah yang memilih media yang akan dibaca atau ditontonnya, kata Meidyatama.

Sehingga sebuah media akan menyajikan informasi sesuai kebutuhan konsumennya. Ia menekankan bahwa setiap konsumen memiliki pilihan dalam mencari infomasi dari sebuah media.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media – Industri media merupakan dunia industri yang sangat berpengaruh besar pada perubahan budaya suatu negara. Media merupakan alat untuk memperkenalkan kebudayaan suatu negara ke seluruh negara di dunia. Mengapa demikian ?. Industri media di suatu negara tentu saja ingin memperluas bisnis industri yang dia jalani. Tidak hanya ingin eksis di negara nya sendiri namun juga ingin agar media yang dia jalani bisa dikenal banyak orang di dunia. Hal ini disebut ekspansi media. Ekspansi adalah usaha untuk memperluas suatu bisnis dengan menambah cabang-cabang usaha di wilayah lain.

Globalisasi adalah berasal dari kata Globalization. Global artinya dunia sedangkan lization artinya adalah proses. Secara bahasa arti Globalisasi adalah Suatu proses yang mendunia, suatu proses yang membuat manusia saling terbuka dan bergantung satu sama lainnya tanpa batas waktu dan jarak. Dengan adanya perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi yang kemudian berdampak pada mudahnya transaksi keuangan yang terjadi di seluruh Negara.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Selama beberapa waktu terakhir terdapat banyak sekali perkembangan dalam bidang teknologi yang berkaitan langsung dengan transaksi keuangan yang bisa memudahkan Anda untuk melakukan transaksi tidak hanya di Negara sendiri melainkan di Negara lain.

Dengan adanya globalisasi ini maka pemenuhan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat menjadi lebih mudah, karena berbagai barang bisa dengan mudah masuk ke dalam negeri dari luar negeri. Sektor ekonomi kecil pun semakin berkembang dan bisa berpotensi menjangkau pasar luar negeri.

Bukan hal yang sulit lagi pada masa ini untuk mendapatkan kabar dan berita dari tempat yang jaraknya ribuan kilometer dari tempat kita berada dalam waktu yang sama. Semuanya seolah dengan mudahnya kita ketahui tanpa perlu melakukan usaha yang berat.

Tidak seperti di jaman dulu, kabar di belahan dunia lain yang sudah terjadi sebulan yang lalu baru akan kita ketahui di hari ini.  Dengan adanya globalisasi ini tentunya juga didukung dengan adanya teknologi yang semakin lama semakin berkembang dan  memudahkan kehidupan manusia. idn play Di jaman Globalisasi saat ini semua yang kita lakukan menjadi lebih efektif dan efisien.

Namun disisi lain globalisasi juga memiliki dampak, entah efek yang + dan juga – dalam berbagai bidang. Nah, itu tadi penjelasan singkat menganai globalisasi mulai dari pengertian globalisasi, teori, jenis macam ciri ciri globalisasi pengaruh dan dampak globalisasi baik itu positif ataupun negatif.

Globalisasi media Barat telah menjadi pengaruh besar dalam membentuk budaya media internasional. Walaupun ada kekuatan untuk konvergensi dan homogenisasi, penyebaran model televisi komersial yang profesional di AS juga membawa perubahan yang menguntungkan bagi beberapa industri media nasional dan regional, yang mengarah pada kebangkitan nasionalisme budaya. Ketersediaan teknologi digital dan jaringan satelit telah memungkinkan pengembangan siaran regional, seperti Pusat Penyiaran Timur Tengah pan-Arab (MBC) dan saluran Mandarin Phoenix, yang melayani orang Cina yang diaspora.

Middle East Broadcasting Centre (MBC) adalah media telivisi di negara Arab yang berkembang dengan baik. Di negara Arab perkembangan media masih berada di bawah kendali pemerintah. Semakin populernya televisi internasional telah menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian beberapa programnya dengan peraturan yang ketat, terutama tentang penggambaran perempuan di televisi atau di bioskop. Namun muncul pertanyaan lagi apakah Arab bisa mengontrol MBC sendiri tanpa peran dari negara barat (AS). Oleh karena itu peran Amerika sangat penting dalam perkembangan MBC.

Dengan populasi 1,2 miliar dan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, China adalah sebuah hadiah bagi pasar media di dunia. Sangat tidak mengherankan, kemudian, bahwa perusahaan media besar telah berusaha untuk memasuki pasar yang menggiurkan ini. Akantetapi, hambatan bahasa dan kontrol ketat gelombang udara oleh pemerintah Cina, telah membuat sulit bagi pemain media transnasional untuk beroperasi di China. Peluncuran News Corporation pada 1996 dari Phoenix Chinese Channel, saluran berbahasa Mandarin sepanjang waktu merupakan upaya untuk mengatasi hambatan ini dengan melokalisasi produk media. idnplay Sebagai saluran televisi China regional, yang didukung oleh salah satu konglomerat media terbesar di dunia dan bersimpati kepada pemerintah di China, Phoenix adalah kendaraan penting bagi pengiklan internasional, meskipun kapasitasnya untuk mengangkat isu-isu penting dan melawan sensor  terang-terangan dan tertutup tetap sangat terbatas.

Didalam industri media “Realisme” dan “Bisnis” tidak dapat dipisahkan. Misalnya dalam media televisi, teleivisi merupakan industri media dengan persaingan yang sangat keras. Persaingan dengan mengahasilkan suatu program yang inovatif yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Supaya membuat program-program inovatif tentunya membutuhkan usaha dan biaya produksi yang besar.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Dengan perkembangan tahun 1990-an, televisi telah mendominasi layar media di hampir setiap bagian dunia dan ikon-ikon televisi global seperti CNN dan MTV telah menjadi ada di mana-mana. Peran televisi dalam pembangunan identitas sosial dan budaya sekarang jauh lebih kompleks daripada di era penyiar nasional tunggal dan ruang publik bersama, yang menjadi ciri televisi di sebagian besar negara di tahun-tahun pasca perang. Meskipun penyiar nasional terus menjadi penting di sebagian besar negara, masih menerima pangsa pemirsa tertinggi, ketersediaan saluran televisi yang sangat banyak telah mempersulit wacana nasional. Di jaman multi-channel, pemirsa dapat memiliki akses simultan ke berbagai saluran lokal, regional, nasional, dan internasional, sehingga mampu terlibat dalam berbagai tingkat wacana yang dimediasi.

Bisnis dalam industri media selain mendapatkan keuntungan secara finansial, juga memberi keuntungan bagi Sumber Daya Manusia (SDM). Contohnya pada tahun 2015 CNN mengajak salah satu media Indonesia yaitu PT Trans Media Corpora untuk bekerjasama membangun CNN Indonesia. CNN adalah channel media yang terkenal di kancah internasional. CNN Indonesia beberapa kali pernah membuat berita untuk CNN pusat, artinya SDM Indonesia telah diakui oleh CNN. Oleh karena itu melalui CNN ini bisa membawa media Indonesia semakin maju.

Persaingan di industri media khususnya di pertelevisian yang semakin ketat memberi kewajiban pada setiap media untuk tetap eksis. Mementingkan profit suatu program acara adalah cara yang tepat agar tetap eksis dalam berbisnis di dunia pertelevisian. Perkembangan zaman membuat teknologi semakin canggih, dan industri media tentu membutuhkan peralatan-perlatan teknologi yang maju agar dapat menunjang kualitas produksi suatu media pertelevisian. Oleh karena itu bisnis dan televisi tidak lepas dari mementingkan profit.Untuk  industri media pertelvisian menggunakan profit yang didapat untuk terus memenuhi kebutuhan teknologi yang dituntut agar terus berkualitas.

Kesimpulan

Negara baian barat adalah negara yang saat sangat populer dengan berbagai kecanggihan dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu peran barat dalam industry media tentu akan membuat industry tersebut dapat sukses. Berkaitan dengan bisnis, industri media tentu beriorentasi pada keuntungan, dimana keuntungan merupakan cara agar media tetap eksis di industri media. Modal yang besar juga memiliki kemungkinan besar untuk tetap eksis dan dapat menghasilkan program-program yang berkualitas.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media – Baron Paul J. Reuter (1816-1899)

Layanan berita internasional pertama dan terbesar di dunia dipelopori oleh Baron Paul J. Reuter. Pria berdarah Yahudi dan kelahiran Jerman ini kemudian menetap di Inggris dan dihormati atau dikenal dengan nama Baron, suatu gelar kebangsawanan Inggris. Layanan berita internasional pertama yang dia dirikan di Inggris itu disebut Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar sedunia.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Reuter juga cepat mengantisipasi dua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi lewat kawat-kawat telegrafi. Dan kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antar-benua.

Adolp Ochs (1858-1935)

Harian The New York Times – disingkat NYT – demikian populernya sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh “The Bee Gees” dari Australia. https://gembalapoker.biz/ NYT memang suatu koran bergengsi – di Amerika Serikat dan dunia. Pemilik dan pengelola masa awalnya adalah Adolph Ochs, seorang pengusaha pers berdarah Yahudi-AS.

Ochs tidak langsung memiliki dan mengelola NYT. Penerbit koran kelahiran Ohio AS itu mula-mula membeli dan mengelola Chattanooga Times pada tahun 1878, koran terkemuka di AS bagian selatan. Delapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengelola The New York Times.

Apa yang menyebabkan NYT menjadi suatu harian yang bergengsi ? Mungkin, pandangan Adolph Ochs tentang pers bisa menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan peliputan yang komprehensif, etis, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian : “Tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”. Lain dari itu, dia menciptakan slogannya yang menjadi tuntunan bagi pemuatan berita di koran itu. “Semua berita yang cocok untuk dicetak, (cetaklah).” Penerapan pandangannya mengakibatkan NYT menjadi koran terkemuka AS yang tak tertandingi dalam gengsi dan dampak globalnya.

Joseph Pulitzer (1847-1911)

Gajah mati meninggalkan gading. Joseph Pulitzer wafat meninggalkan Hadiah Pulitzer – bagi bangsa Amerika Serikat. Hadiah itu dianugerahkan bagi prestasi luar biasa dalam jurnalisme, kesusastraan, dan teater – sampai sekarang.

Siapakah dan apakah Joseph Pulitzer ? Dia adalah seorang editor terkenal di dunia karena Hadiah Pulitzer yang diwariskannya. Sebelum menjadi terkenal dalam jurnalisme, dia masuk tentara dan – sesudah pensiun – menetap di Saint Louis sebuah kota di AS. Keterlibatannya dalam jurnalisme didorong antara lain oleh kemiskinannya sesudah pensiun. Tanpa uang sepeser pun, dia mencari nafkah dengan menulis pertama kali untuk sebuah koran berbahasa Jerman. Keberuntungannya lalu berubah. Dalam beberapa tahun, reporter itu dipilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat negara-bagian Missouri. Di Missouri, dia menolong membentuk Partai Republikan Liberal. Akan tetapi, niat utamanya adalah koran. Untuk menyalurkan minatnya, Joseph Pulitzer mendirikan usaha-usaha penerbitan. Usaha-usaha ini kemudian meninggalkan efek yang bertahan lama sesudah dia wafat karena menetapkan standar-standar jurnalisme modern. Kemudian, dia menghidupkan kembali atau mendirikan harian The St. Post-Dispatch (1878), The New York World (1883), dan The Evening World (1887). Koran-koran itu berkembang berdasarkan pelaporan investigatif, sensasionalisme, dan pembeberan kesalahan-kesalahan politik. Sesudah wafat, dampak Joseph Pulitzer pada jurnalisme dan kesenian masih berlangsung.

David Sarnoff (1891-1971)

Ingat film Titanic, ingat Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose Dewitt Bukater (Kate Winslet). Ingat kisah nyata Titanic, ingat David Sarnoff. Lelaki Yahudi-AS itulah penerima pesan tanpa kabel (wireless) dari kapal pesiar mewah itu pada malam tahun 1912 : “S.S. Titanic menabrak gunung es. poker idn Tenggelam cepat.” Ketika menerima pesan SOS itu, Sarnoff yang bekerja sebagai seorang operator telepon tanpa kabel pada sebuah perusahaan telekomunikasi meneruskan pesan itu kepada sebuah kapal uap. Kapal uap itu lalu melaporkan bahwa Titanic sudah tenggelam dan beberapa penumpang yang masih hidup dinaikkan ke kapal uap itu. Taft, Presiden AS waktu itu memerintahkan stasiun-stasiun radio lain untuk tidak terlibat. Dan dengan demikian, David Sarnoff seorang diri tetap bertugas selama 72 jam. Dia mencatat nama-nama mereka yang hidup dan membuat namanya terkenal pada jutaan pembaca koran tentang musibah itu.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Cuplikan dari riwayat hidupnya menunjukkan jenis pekerjaannya yang akan membuka kesuksesan besarnya di masa depan. Kariernya di AS di bidang media massa elektronik mulai diketahui masyarakat umum ketika dia pada tahun 1917 mendesak supaya sebuah “kotak musik radio” yang sederhana dipasarkan. Perusahaan Marconi AS mengatakan rencana Sarnoff akan menjadikan radio suatu “alat rumah tangga” yang sama dengan piano atau fonografi. Kariernya lalu menanjak sehingga dia menjadi seorang eksekutif media berita, khususnya televisi dan radio. Sebagai eksekutif media berita, Sarnoff menunjukkan kepemimpinan yang tegas. Dia kemudian menyatukan televisi dan radio menjadi sarana-sarana utama komunikasi massa. Dia cepat menanjak menjadi presiden direktur RCA – Radio Corporation of America – yang didirikan Owen D. Young. Selain itu, dia memampukan RCA membuat siaran-siaran radio dari pantai yang satu ke pantai yang lain di AS. Posisi ini akan mengarahkannya menjadi pendiri NBC – National Broadcasting Corporation – dan anak-anak perusahaannya, Blue Network dan Red Network pada tahun 1927. NBC membawahi banyak stasiun radio di AS dan memperluas jaringan siaran dari satu pantai ke pantai lain di AS. Kemudian, dia meningkatkan siaran televisi RCA menjadi siaran televisi berwarna. Dia kemudian membangun perusahaan itu menjadi kompleks elektronik terbesar sedunia pada waktu itu. Untuk jasa-jasanya yang begitu menonjol dalam bidang media massa, David Sarnoff secara beralasan dihormati bangsa AS sebagai “Bapa televisi Amerika”.

William S. Paley

Salahsatu tokoh media massa elektronik lain yang akan bersaing dengan Sarnoff adalah William S. Paley. Pria ini mendirikan CBS atau Columbia Broadcasting System pada tahun 1928. 1 tahun kemudian, dia memindahkan CBS ke New York dan menjadikannya saingan NBC milik Sarnoff.

Rupert Murdoch (1931- ) atau yang biasa dikenal sebagai Raja Media 

Ruport Murdoch yang lahir di Melbourne Australia tahun 1931, kemudian pindah dan menetap di Amerika Serikat adalah pemilik News Corp. Salah satu korporasi media paling besar dan paling berpengaruh di dunia. Melalui kerajaan bisnis media massa dan penerbitan lainnya, dia menjadi salah seorang terkaya di dunia.

Murdoch juga mewarisi suatu koran Australia dengan oplah kecil tahun 1952. Kemudian, dia secara agresif mengubahnya menjadi News Corp, salah satu perusahaan media terbesar di dunia. Konglomerasi ini mencakup televisi, film-film fitur, layanan online, koran, dan buku-buku.

Tahun 1980-an, dia menjadi warga negara Amerika Serikat demi memenuhi syarat untuk memiliki stasiun-stasiun televisi di sana. Sekarang, dia memiliki Asian Star Television dan saham di Fox TV Network, Penerbit Harper Collins Books, 20th Century Fox, dan harian The New York Post.