Perusahaan Industri Media Terbesar Dalam Dunia Internasional

Perusahaan Industri Media Terbesar Dalam Dunia Internasional

Perusahaan Industri Media Terbesar Dalam Dunia Internasional – Terdapat ratusan media massa yang setiap harinya memberitakan informasi dari seluruh penjuru dunia. Ada yang membahas tentang gaya hidup, ilmu pengetahuan, politik dan bisnis. Ngomong-ngomong soal bisnis, dari sekian banyak korporasi media mana yang punya nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia ya?

Ketergantungan seseorang terhadap sumber informasi di internet udah menjadi budaya yang sangat mengakar. Setiap hari untuk mendapatkan berita-berita terkini pasti kita melihat portal berita yang disajikan oleh media tanah air. poker asia

Bukan hanya menyediakan informasi, secara gak langsung para perusahaan media juga mengambil keuntungan dari kondisi ketergantungan tersebut untuk mencari keuntungan. Penghasilan paling utama adalah dari iklan dan kerjasama produk tertentu.

Pendapatan yang diraih juga gak kalah banyak dari perusahaan minyak atau teknologi lainnya. Bahkan beberapa perusahaan ada yang menembus angka kapitalisasi pasar sampai ribuan triliun.

FYI kapitalisasi pasar atau dalam bahasa Inggris disebut market cap adalah sebuah harga yang harus dikeluarkan seseorang atau perusahaan untuk membeli membeli perusahaan lainnya.

13.Thomson Reuters

Perusahaan Industri Media Terbesar Dalam Dunia Internasional

Pernah dengar media internasional bernama Reuters? Ya mereka adalah perusahaan media massa terbesar keempat yang ada di dunia dengan market cap mencapai US$ 32 miliar atau sekitar Rp 458 triliun.

Sebetulnya korporasi ini adalah hasil pemebelian The  Thomson Corporation yang berasal dari Kanada atas Reuters Group tahun 2008. Reuters Group sendiri udah berdiri dari tahun 1851. Pantes aja menjadi salah sadi media ternama di dunia saat ini.

Keuntungan di tahun 2017 sampai pada kisaran Rp 400 triliun.

12.CBS Corporation

Perusahaan Industri Media Terbesar Dalam Dunia Internasional

Di urutan kelima perusahaan media massa terbesar dunia ada CBS Corporation dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 21 miliar atau sekitar Rp 300 triliun. Perusahaan ini telah berdiri pada tahun 1886 yang berjalan di industri teknologi, lalu merambah ke dunia media pada tahun 2000an.

Kanal utama yang menjadi ciri khas CBS adalah tentang dunia bisnis seperti di stasiun CBS Televisions, CBS Studios International dan CBS Interactive. Ada juga beberapa chanel hiburan dan olahraga yang digarap oleh mereka. Pendapatannya di tahun 2017 sebesar Rp 186 triliun.

11.Viacom Inc

Pernah menyaksikan kartun dari Nickelodeon seperti Spongebob dan Dora The Explorer? Ternyata mereka itu dimiliki oleh perusahaan bernama Viacom Inc lho.

Selain Nickelodeon ada  Spike TV, Paramount Pictures dan MTV Films. Nilai kapitalisasi pasarnya sampai US$ 14,6 miliar atau setara Rp 210 triliun. Keuntungan yang diraih pada tahun 2017 adalah Rp 189 triliun.

10. Sony Entertainment

Perusahaan hiburan global ini adalah anak perusahaan dari Sony Corporation Jepang yang lebih besar. Fokusnya terutama pada bisnis televisi, film, dan musik Sony. Perusahaan besar ini mempekerjakan 18.000 orang dan perusahaan yang menjadi bagian dari sayap besar termasuk Columbia Pictures, Califon Productions, dan Epic Records. Ketua saat ini adalah Kaz Hirai. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tampaknya tidak melambat dalam waktu dekat.

9. Apple Inc.

Berikutnya dalam daftar adalah perusahaan teknologi multinasional Amerika Apple Inc. Keterlibatan mereka dengan media bukanlah fokus utama mereka, tetapi karena mereka memiliki layanan TV streaming, mereka, bersama dengan sejumlah besar pendapatan yang mereka tarik, secara teknis berada di bawah payung sebuah perusahaan media. Lebih umum, Apple dianggap sebagai salah satu dari empat perusahaan teknologi besar, yang memerintah tertinggi bersama Amazon, Google, dan Microsoft.

8. News Corp Ltd. / Fox ke-21

Perusahaan ini pada awalnya adalah perusahaan media massa tunggal yang dimiliki dan dijalankan oleh dalang media Rupert Murdoch. Namun, pada tahun 2013 terbagi untuk membentuk dua perusahaan, satu fokus pada media dan yang lain fokus pada penerbitan. Untuk keperluan daftar ini, perusahaan yang menjadi fokus adalah 21st Century Fox, yang terdiri dari berbagai media yang sebelumnya dimiliki oleh News Corp. Totalnya, ini menghasilkan lebih dari $ 37 miliar USD pendapatan pada tahun 2018. Murdoch menjual Fox ke-21 ke Disney ke Disney pada 2017 untuk $ 71,3 miliar.

7. Piagam Comm. Inc.

Charter Communications adalah perusahaan publik yang didirikan oleh Barry Babcock, Jerald Kent, dan Howard Wood pada tahun 1993. Charter Communications melayani 41 negara bagian di AS, menyediakan layanan seperti broadband, televisi kabel, dan utilitas internet. Secara teknis ia berada di bawah branding Spectrum dan menyediakan produk-produknya kepada lebih dari 26 juta pelanggan, menjadikannya operator kabel terbesar kedua di AS.

6. Kepemilikan Tencent

Konglomerat yang berbasis di Tiongkok ini termasuk pekerjaan di bidang media sosial, mesin pencari, dan media massa, di antara banyak industri yang memiliki keterlibatan dengannya. Layanannya difokuskan pada Cina dan lanskap internasional secara keseluruhan, dan telah melihat kesuksesan komersial besar, peringkat sebagai perusahaan video game terbesar di dunia dan salah satu perusahaan teknologi paling berharga di dunia.

5. Facebook, Inc.

Facebook adalah situs media sosial yang akrab dengan semua orang di dunia. Juggernaut sebuah perusahaan teknologi ini memasukkan banyak cabang ke dunia media, seperti program berita dan banyak potongan media yang menyaring melalui saluran sosialnya. Ini juga merupakan perusahaan yang mendapat kecaman karena keterlibatannya dalam penyebaran informasi yang menyesatkan, tetapi meskipun begitu, tampaknya tidak menghilang dalam waktu dekat.

4. Perusahaan Walt Disney

Ini adalah perusahaan besar lain yang pada dasarnya adalah nama rumah tangga di banyak wilayah di dunia. Nama Disney sendiri memunculkan gambar taman hiburan, lagu, dan putri dari segala bentuk dan warna. Perusahaan ini juga terus berkembang karena mengakuisisi sejumlah studio film terkenal lainnya seperti Marvel dan Pixar. Ini juga salah satu perusahaan yang paling lama berjalan dalam daftar, dengan tanggal pendiri asli sepanjang tahun 1923.

3. Comcast

Ketika daftar ini berkembang, perusahaan secara alami menjadi semakin besar. Comcast tidak terkecuali karena perusahaan berusia 57 tahun ini memiliki jari dalam semua jenis pekerjaan. Sebagai konglomerat telekomunikasi, ia menyediakan televisi kabel dan layanan broadband, antara lain, kepada jutaan orang. Ia juga memiliki dan mengoperasikan berbagai saluran televisi seperti NBC dan MSNBC, dan studio film Universal Pictures.

2. Alphabet Inc

Alphabet Inc. lebih dikenal sebagai perusahaan induk raksasa teknologi global Google. Konglomerat multinasional ini memungkinkan Google untuk lebih fokus pada mesin pencari dan perangkat lunaknya sementara juga bertindak sebagai perusahaan payung bagi berbagai mantan anak perusahaan Google lainnya. Sementara fokus utama grup tetap dalam pengembangan perangkat lunak dan teknologi, pendapatan iklan YouTube yang terus berkembang memberikannya diversifikasi ke media.

1. AT&T

AT&T adalah kekuatan bisnis raksasa lain yang memiliki tendrils ke dalam industri telekomunikasi, teknologi, media massa, dan hiburan. Ini adalah perusahaan multinasional Amerika yang berkantor pusat di Menara Whitacre yang menjulang di Dallas, Texas, dan reputasinya juga tampak besar sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. Yang penting, sebagai perusahaan induk dari WarnerMedia, ia mendapatkan tempatnya sebagai perusahaan media dan hiburan terbesar di dunia, berdasarkan pendapatan.

Daftar Perusahaan Media Digital Indonesia Terkenal

Daftar Perusahaan Media Digital Indonesia Terkenal

Daftar Perusahaan Media Digital Indonesia Terkenal – Seiring dengan perkembangan teknologi, industri pun berkembang. Tentu saja, salah satunya adalah industri media. Dengan ini, kita juga seiring melihat perkembangan industri media dari segi kreativitas hingga teknologi.

Sekarang, kita sudah sadar betul bahwa media dengan tampilan konten beragam serta variatif sudah dapat diakses lewat berbagai macam kanal dan bentuk mulai dari blog, website, visual grafis hingga video. Apa saja sih, contoh medianya? poker 99

Kali ini, Crafters merangkum 10 media yang terbukti telah bertahan, berkembang serta lahir seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin mumpuni. Tentunya, media-media ini menyediakan jasa sponsored article untuk para klien yang tertarik untuk menempatkan iklan di media tersebut.

1. Tempo.co

Daftar Perusahaan Media Digital Indonesia Terkenal

Tempo dalam bentuk majalah merupakan media asal Indonesia yang pertama kali tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Diprakarsai oleh Goenawan Mohamad dan Yusril Djalinus pada tahun 1969, awalnya majalah ini bernama Ekspres. Namun, karena perbedaan prinsip antara jajaran redaksi dan pihak pemodal, Goenawan Mohamad dan kelompoknya keluar dari Ekspres pada tahun 1970 dan menerbitkan Majalah Tempo kali pertama pada 6 Maret 1971. Hingga saat ini, Tempo merupakan salah satu media berintegritas paling tinggi di jajaran media-media besar tanah air.

Di tahun 1996, Tempo memperluas bisnisnya menjadi online dengan nama Tempointeraktif. Berganti nama menjadi Tempo.co, saat ini situs media tersebut berisi beragam topik mulai dari nasional, metro, bisnis, olahraga, teknologi, gaya hidup, dan lain-lain.

2. Kompas

Daftar Perusahaan Media Digital Indonesia Terkenal

Kompas merupakan salah satu media dengan sejarah panjang. Berawal dari surat kabar harian, Kompas telah bertransformasi menjadi media digital dengan nama Kompas.id dan Kompas.com. Sebagai media cetak, Kompas pertama kali terbit pada 28 Juni 1965 setelah mengalami beberapa masalah dalam penerbitannya. Saat ini, Kompas menjadi salah satu media paling kredibel dan dipercaya untuk mendapatkan informasi.

Kemudian, Kompas cetak mulai merambah lebih jauh ke pembaca menjadi Kompas.com, sumber media online pada tahun 1996 (awalnya kompas.co.id pada tahun 1995). Tiga tahun kemudian, Kompas online berkembang menjadi unit bisnis tersendiri di bawah naungan PT Kompas Cyber Media.

3. Magdalene

Ingin membaca media yang terfokus mengangkat isu-isu feminisme, pluralisme dan progresif? Magdalene adalah sebuah media yang tepat. Selain itu, Magdalene juga selalu membuka kesempatan untuk para pembacanya yang ingin berkontribusi dalam bentuk tulisan. Saat ini, kita dapat membaca Magdalene dengan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Selalu mengangkat isu menarik serta edukatif utamanya untuk perempuan, Magdalene menjadi salah satu media niche yang digemari pembaca.

4. The Jakarta Post

Bersinar sebagai surat kabar harian, The Jakarta Post terbit kali pertama di tahun 1983, The Jakarta Post merupakan salah satu media terlaris Indonesia yang penyampaian beritanya menggunakan bahasa Inggris. Sebagai media berbahasa Inggris, The Jakarta Post adalah salah satu harian Indonesia yang selamat dari krisis keuangan Asia tahun 1997 dan sekarang memiliki sirkulasi sebesar 40.000 eksemplar.

Seperti media lainnya, The Jakarta Post juga memiliki situs media online. Menyasar pasar masyarakat asing, juga masyarakat Indonesia yang berpendidikan, saat ini pembaca The Jakarta Post dari masyarakat menengah juga kian meningkat.

5. VICE ID

Fokus untuk pembaca kalangan muda, VICE pada 2016 mengumumkan kehadiran pertamanya di Indonesia pada tahun 2016, tepatnya pada bulan November. Menandai hampir 3 tahun kehadiran media ini di Indonesia, saat ini VICE menjadi salah satu media rujukan kalangan milenial dan gen Z. Ekspansi VICE di Indonesia menandakan langkah pertama VICE dalam perjalanannya di Asia Tenggara. Media asal Kanada ini pada awalnya dibuat pada kisaran tahun 1994-2005 dan memulai media online-nya sejak 2006.

6. Kumparan

Kumparan.com merupakan sebuah media yang didirikan oleh pendiri media Detik.com dengan merangkul beberapa karyawan mereka untuk pengembangannya di awal terbit. Insights dari para pendiri Detik yang juga jurnalis senior ini, mereka tidak melihat banyak perubahan di media online Indonesia (dari awal berdirinya Detik di tahun 1998). Kumparan pertama kali menerbitkan situsnya di tahun 2017 dengan konsep ‘hybrid’, hasil perkawinan antara konsep situs media dengan media sosial. Secara teknis, dalam Kumparan, kamu dapat melihat fitur linimasa seperti pada media sosial. Para pembaca diperbolehkan mengikuti (follow) para penulis atau topik tertentu dengan tujuan para pembaca dapat mengikuti terus perkembangan dari isu yang tertarik mereka ikuti. Dengan konsep yang amat menarik ini, tidak heran Kumparan menjadi salah satu media yang terkenal di hampir seluruh kalangan

7. Tirto.id

Tirto.id mungkin saja jadi salah satu nama media yang pertama muncul saat kita melihat media dengan infografik yang menarik. Tirto.id pertama kali tayang pada tahun 2016 dan selama 3 tahun terakhir, media ini amat konsisten dengan penayangan konten-konten infografiknya yang digemari pembaca. Dengan menyisipkan konten humor dalam infografiknya Tirto.id tentunya digemari pembaca milenial dan Gen Z. Di tahun 2016, Tirto.id mendapatkan penghargaan dari Organisasi Buruh Internasional yang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk dua kategori yaitu Feature Articles dan Photo Story.

8. Mojok.co

media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Sebuah media alternatif dengan konten segar dan menghibur. Media untuk bersenang-senang dan bergembira bersama. Mojok.co saat ini menerbitkan artikel dan komik dengan pilihan tema yang beragam. Ada 20 rubrik yang terdiri dari Esai, Komik, Movi, Malam Jumat, Rerasan, Khotbah, Kepala Suku, Versus, Pojokan, Konter, Otomojok, Balbalan, Liputan, Kilas, Moknyus, Nafkah, List, Curhat, Celengan, dan Resah.

Selain menerbitkan tulisan dari para jurnalisnya, Mojok.co juga selalu membuka tangan lebar untuk mempublikasikan tulisan-tulisan esai dari kontributor. Saat ini, Mojok.co juga mengembangkan bisnisnya dengan membuat penerbitan buku dan telah menerbitkan banyak buku-buku fiksi serta non-fiksi menarik.

9. IDN Times

IDN Times memiliki misi yang saklek: yaitu menjadi suara dari para milenial dan Gen Z di Indonesia. Dibuat pada tahun 2014 oleh Winston Utomo dan William Utomo, IDN Media hingga sekarang mengoperasikan 4 media digital: IDN Times, Popbela, Popmama dan Yummy. Winston dan William percaya bahwa konten yang sifatnya mobile, multi-platform dan interaktif adalah gebrakan baru yang saat ini terjadi. Dengan mengedepankan teknologi untuk kenyamanan para pembaca, IDN Media juga mengangkat 8 value yang mereka angkat yaitu kesetaraan gender, kesatuan ras dan etnis, persatuaan dari agama, perbedaan pandangan, anti pelecehan seksual, anti-bully, anti stereotip dan redefining beauty.

10. Whiteboard Journal

Whiteboard Journal bisa dibilang rumahnya komunitas yang hidup di dunia kreatif. Mereka memberikan para pembaca dalam negeri dan dunia internasional akses ke liputan berita harian, ulasan mendalam dan fitur pada lingkup fashion, musik, film, seni & desain, hiburan, publikasi, teknologi, makanan & minuman, perjalanan, dan budaya.

Diterbitkan dari Jakarta, Indonesia, tim Whiteboard Journal ini mengumpulkan konten dari setiap sudut dunia dan mengembangkan perspektif unik tertentu untuk pembaca mereka. Dari Jakarta ke New York hingga Amsterdam, beberapa individu paling berbakat dan terkenal telah menunjukkan kontribusi mereka dalam penulisan dan fotografi untuk jurnal ini, menjadikannya sebagai majalah online yang sangat berbeda dengan kebanyakan media online di luar sana.

Pengusaha Industri Media Sukses Indonesia

Pengusaha Industri Media Sukses Indonesia – Terdapat banyak sekali konglomerat dalam industri media yang kaya raya dan sukses di Indonesia. Namun, yang benar-benar pernah berprofesi sebagai pekerja media dan kemudian menjadi pengusaha di bidang tersebut mungkin bisa dihitung jari. Berikut ini terdapat lima pengusaha yang sukses dalam industri media dan dapat menjadi inspirasimu.

Para konglomerat ini tidak hanya sukses dalam mengelola bisnis medianya hingga terkenal seperti saat ini. . Namun, mereka berjuang dan berkarir dari bawah untuk mengembangkan karirnya sebagai pelaku media sekaligus menjadi pengusaha di industri media. Yuk cek. poker99

1. Jakob Oetama

Pengusaha Industri Media Sukses Indonesia

Pria kelahiran 1931 ini merupakan wartawan senior yang akhirnya menjadi konglomerat pemilik Kompas Gramedia Group.

Selain Harian Kompas, beberapa media yang ada dibawah naungan Kompas Gramedia Group antara lain Tribun, Kontan, dan Warta Kota. Selain itu, grup ini juga membawahi media online Kompas.com, Kompas.id dan Tribunnews.

Untuk penerbitan majalah, jangan ditanya, grup ini paling banyak menerbitkan majalah baik terbitan sendiri ataupun berafiliasi dengan majalah luar.

Tidak hanya sampai di situ, Jakob Oetama pun sukses dalam bidang jaringan penerbit buku macam Gramedia, Elexmedia, Penerbit Buku Kompas dan lainnya.

Grup ini juga memiliki bisnis penyiaran seperti Kompas TV, Gramedia TV hingga radio Sonora, Motion Radion dan Smart FM.

Selain bergerak di bidang media, Grup Kompas juga sukses melebarkan sayap usahanya pada bidang perhotelan, manufaktur dan event. Salah satu di antaranya ada yang sudah menjadi perusahaan publik, yakni PT Dyandra Media International Tbk, yang bergerak di bidang penyelenggara acara.

2. Dahlan Iskan

Pengusaha Industri Media Sukses Indonesia

Salah satu wartawan yang ketiban untung menjabat sebagai Menteri BUMN era Presiden SBY adalah Dahlan Iskan. Seseorang dengan sosok sederhana yang dari kecil pun sudah hidup susah yang saat ini menjadi pengusaha media sukses di bawah bendera Jawa Post Group. Hampir di seluruh kota atau kabupaten, surat kabar Radar sangat laku keras seperti kacang goreng. Tidak kalah dengan media lain,Jawa Pos juga mengembangkn media onlinenya mulai dari Jawapos.com dan JPPN.com. Diketahui belakangan ini, Jawa Pos turut mengembangkan bisnis medianya dalam bidang penyiaran yakni Jawa Pos TV.

Khusus untuk di daerah, Jawa Pos telah lebih dulu memiliki siaran televisi seperti JTV Surabaya, Batam TV dan Riau TV.

3. Budiono Darsono

Menampilkan media dengan gaya yang lebih terbaru, Kumparan langsung menggebrak perindustrian media di Indonesia. Kumparan juga selalu ramai dibicarakan masyarakat.. Portal berita dengan tampilan yang mirip dengan media sosial ini memiliki sejumlah nama besar di belakangnya. Salah satunya Budiono Darsono.

Nama Budiono Darsono di industri media memang sudah tidak asing. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor portal berita online Detik.com pada 1998.

Di Detik.com, Budiono berhasil mengembangkan portal online berita nomor satu yang tak terkalahkan.

Puas berkarir selama 18 tahun di Detik.com, Budiono akhirnya mengundurkan diri dan mendirikan Kumparan. Ia menarik beberapa orang berpengaruh yang pernah menjadi partner kerjanya selama di Detik, untuk bergabung di Kumparan.

Saat ini, ia didaulat menjadi Presiden Komisaris Kumparan. Portal berita yang baru seumur jagung ini sudah memeroleh suntikan modal dari Grup Djarum. Kabarnya, Kumparan juga telah mendapat investasi dari Go-Jek.

4. Wishnutama

Nama Wishnutama belakangan semakin populer setelah didapuk menjadi tim kreatif Asian Games 2018. Di industri media, Wishnutama merupakan sosok yang diacungi jempol karena dianggap lihai melahirkan program-program televisi yang banyak digemari masyarakat.

Karir Wishnutama di dunia media berawal ketika ia menjadi Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat. Ia lalu menjabat Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston sampai 1994. Semua posisi yang ia emban dilakoninya dari nol.

Ia kemudian kembali ke Indonesia dan mendapat tawaran kerja sebagai Supervisor On Air Promotion di Indosiar pada 1994. Tak berselang lama, karirnya menanjak menjadi Production Assistant, Executive Producer News serta Production Division dan Production Manager.

Pada 2001 ia memilih berkiprah di Trans TV, televisi milik taipan Chairul Tanjung dari posisinya sebagai Kepala Divisi Produksi, Direktur Operasional, Wakil Direktur Utama hingga menjadi CEO Trans TV.

Beberapa program yang membesarkan Wishnutama di Trans antara lain Extravaganza, Opera Van Java, On The Spot dan Dunia lain. Ia sempat mengantongi penghargaan sebagai CEO terbaik Indonesia pada 2015 dan beberapa penghargaan bergengsi dari Asian Television Award dan Panasonic Awards.

Karir Wishnutama di Trans TV hanya bertahan hingga 2012. Tak lama setelah itu, ia mendirikan NET TV di bawah naungan PT Net Mediatama Televisi. Di televisi ini, sepak terjang Wishnu sebagai CEO semakin berkembang dengan menghadirkan banyak tayangan favorit masyarakat salah satunya Initalkshow.

Kesuksesan ketika di Trans TV ia hadirkan kembali di NET. Ia dinilai sebagai pelopor televisi hiburan masa kini di Indonesia dengan kemasan baru.

5. Wishnutama

Nama Wishnutama belakangan semakin populer setelah didapuk menjadi tim kreatif Asian Games 2018. Di industri media, Wishnutama merupakan sosok yang diacungi jempol karena dianggap lihai melahirkan program-program televisi yang banyak digemari masyarakat.

Karir Wishnutama di dunia media berawal ketika ia menjadi Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat. Ia lalu menjabat Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston sampai 1994. Semua posisi yang ia emban dilakoninya dari nol.

Ia kemudian kembali ke Indonesia dan mendapat tawaran kerja sebagai Supervisor On Air Promotion di Indosiar pada 1994. Tak berselang lama, karirnya menanjak menjadi Production Assistant, Executive Producer News serta Production Division dan Production Manager.

Pada 2001 ia memilih berkiprah di Trans TV, televisi milik taipan Chairul Tanjung dari posisinya sebagai Kepala Divisi Produksi, Direktur Operasional, Wakil Direktur Utama hingga menjadi CEO Trans TV.

Beberapa program yang membesarkan Wishnutama di Trans antara lain Extravaganza, Opera Van Java, On The Spot dan Dunia lain. Ia sempat mengantongi penghargaan sebagai CEO terbaik Indonesia pada 2015 dan beberapa penghargaan bergengsi dari Asian Television Award dan Panasonic Awards.

Karir Wishnutama di Trans TV hanya bertahan hingga 2012. Tak lama setelah itu, ia mendirikan NET TV di bawah naungan PT Net Mediatama Televisi. Di televisi ini, sepak terjang Wishnu sebagai CEO semakin berkembang dengan menghadirkan banyak tayangan favorit masyarakat salah satunya Initalkshow.

Kesuksesan ketika di Trans TV ia hadirkan kembali di NET. Ia dinilai sebagai pelopor televisi hiburan masa kini di Indonesia dengan kemasan baru.

Sebagai menjadi pemiliki dari stasiun televisi NET, belakangan dikabarkan bahwa Wishnutama pun menjabat sebagai komisaris dalam media Kumparan, yaitu sebuah media online gaya baru yang saat ini sedang naik daun di kalangan masyarakat.

Media Digital Indonesia Terpopuler

Media Digital Indonesia Terpopuler – Seiring dengan perkembangan teknologi, industri pun berkembang. Tentu saja, salah satunya adalah industri media. Dengan ini, kita juga seiring melihat perkembangan industri media dari segi kreativitas hingga teknologi.

Sekarang, kita sudah sadar betul bahwa media dengan tampilan konten beragam serta variatif sudah dapat diakses lewat berbagai macam kanal dan bentuk mulai dari blog, website, visual grafis hingga video. Apa saja sih, contoh medianya?

Kali ini, Crafters merangkum 10 media yang terbukti telah bertahan, berkembang serta lahir seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin mumpuni. Tentunya, media-media ini menyediakan jasa sponsored article untuk para klien yang tertarik untuk menempatkan iklan di media tersebut. http://162.214.145.85/

1. Tempo.co

Media Digital Indonesia Terpopuler

Tempo dalam bentuk majalah merupakan media asal Indonesia yang pertama kali tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Diprakarsai oleh Goenawan Mohamad dan Yusril Djalinus pada tahun 1969, awalnya majalah ini bernama Ekspres. Namun, karena perbedaan prinsip antara jajaran redaksi dan pihak pemodal, Goenawan Mohamad dan kelompoknya keluar dari Ekspres pada tahun 1970 dan menerbitkan Majalah Tempo kali pertama pada 6 Maret 1971. Hingga saat ini, Tempo merupakan salah satu media berintegritas paling tinggi di jajaran media-media besar tanah air.

Di tahun 1996, Tempo memperluas bisnisnya menjadi online dengan nama Tempointeraktif. Berganti nama menjadi Tempo.co, saat ini situs media tersebut berisi beragam topik mulai dari nasional, metro, bisnis, olahraga, teknologi, gaya hidup, dan lain-lain.

2. Kompas

Media Digital Indonesia Terpopuler

Kompas merupakan salah satu media dengan sejarah panjang. Berawal dari surat kabar harian, Kompas telah bertransformasi menjadi media digital dengan nama Kompas.id dan Kompas.com. Sebagai media cetak, Kompas pertama kali terbit pada 28 Juni 1965 setelah mengalami beberapa masalah dalam penerbitannya. Saat ini, Kompas menjadi salah satu media paling kredibel dan dipercaya untuk mendapatkan informasi.

Kemudian, Kompas cetak mulai merambah lebih jauh ke pembaca menjadi Kompas.com, sumber media online pada tahun 1996 (awalnya kompas.co.id pada tahun 1995). Tiga tahun kemudian, Kompas online berkembang menjadi unit bisnis tersendiri di bawah naungan PT Kompas Cyber Media.

3. Magdalene

Ingin membaca media yang terfokus mengangkat isu-isu feminisme, pluralisme dan progresif? Magdalene adalah sebuah media yang tepat. Selain itu, Magdalene juga selalu membuka kesempatan untuk para pembacanya yang ingin berkontribusi dalam bentuk tulisan. Saat ini, kita dapat membaca Magdalene dengan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Selalu mengangkat isu menarik serta edukatif utamanya untuk perempuan, Magdalene menjadi salah satu media niche yang digemari pembaca.

4. The Jakarta Post

Bersinar sebagai surat kabar harian, The Jakarta Post terbit kali pertama di tahun 1983, The Jakarta Post merupakan salah satu media terlaris Indonesia yang penyampaian beritanya menggunakan bahasa Inggris. Sebagai media berbahasa Inggris, The Jakarta Post adalah salah satu harian Indonesia yang selamat dari krisis keuangan Asia tahun 1997 dan sekarang memiliki sirkulasi sebesar 40.000 eksemplar.

Seperti media lainnya, The Jakarta Post juga memiliki situs media online. Menyasar pasar masyarakat asing, juga masyarakat Indonesia yang berpendidikan, saat ini pembaca The Jakarta Post dari masyarakat menengah juga kian meningkat.

5. VICE ID

Fokus untuk pembaca kalangan muda, VICE pada 2016 mengumumkan kehadiran pertamanya di Indonesia pada tahun 2016, tepatnya pada bulan November. Menandai hampir 3 tahun kehadiran media ini di Indonesia, saat ini VICE menjadi salah satu media rujukan kalangan milenial dan gen Z. Ekspansi VICE di Indonesia menandakan langkah pertama VICE dalam perjalanannya di Asia Tenggara. Media asal Kanada ini pada awalnya dibuat pada kisaran tahun 1994-2005 dan memulai media online-nya sejak 2006.

6. Kumparan

Kumparan.com merupakan sebuah media yang didirikan oleh pendiri media Detik.com dengan merangkul beberapa karyawan mereka untuk pengembangannya di awal terbit. Insights dari para pendiri Detik yang juga jurnalis senior ini, mereka tidak melihat banyak perubahan di media online Indonesia (dari awal berdirinya Detik di tahun 1998). Kumparan pertama kali menerbitkan situsnya di tahun 2017 dengan konsep ‘hybrid’, hasil perkawinan antara konsep situs media dengan media sosial. Secara teknis, dalam Kumparan, kamu dapat melihat fitur linimasa seperti pada media sosial. Para pembaca diperbolehkan mengikuti (follow) para penulis atau topik tertentu dengan tujuan para pembaca dapat mengikuti terus perkembangan dari isu yang tertarik mereka ikuti. Dengan konsep yang amat menarik ini, tidak heran Kumparan menjadi salah satu media yang terkenal di hampir seluruh kalangan

7. Tirto.id

Tirto.id mungkin saja jadi salah satu nama media yang pertama muncul saat kita melihat media dengan infografik yang menarik. Tirto.id pertama kali tayang pada tahun 2016 dan selama 3 tahun terakhir, media ini amat konsisten dengan penayangan konten-konten infografiknya yang digemari pembaca. Dengan menyisipkan konten humor dalam infografiknya Tirto.id tentunya digemari pembaca milenial dan Gen Z. Di tahun 2016, Tirto.id mendapatkan penghargaan dari Organisasi Buruh Internasional yang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk dua kategori yaitu Feature Articles dan Photo Story.

8. Mojok.co

media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Sebuah media alternatif dengan konten segar dan menghibur. Media untuk bersenang-senang dan bergembira bersama. Mojok.co saat ini menerbitkan artikel dan komik dengan pilihan tema yang beragam. Ada 20 rubrik yang terdiri dari Esai, Komik, Movi, Malam Jumat, Rerasan, Khotbah, Kepala Suku, Versus, Pojokan, Konter, Otomojok, Balbalan, Liputan, Kilas, Moknyus, Nafkah, List, Curhat, Celengan, dan Resah.

Selain menerbitkan tulisan dari para jurnalisnya, Mojok.co juga selalu membuka tangan lebar untuk mempublikasikan tulisan-tulisan esai dari kontributor. Saat ini, Mojok.co juga mengembangkan bisnisnya dengan membuat penerbitan buku dan telah menerbitkan banyak buku-buku fiksi serta non-fiksi menarik.

9. IDN Times

IDN Times memiliki misi yang saklek: yaitu menjadi suara dari para milenial dan Gen Z di Indonesia. Dibuat pada tahun 2014 oleh Winston Utomo dan William Utomo, IDN Media hingga sekarang mengoperasikan 4 media digital: IDN Times, Popbela, Popmama dan Yummy. Winston dan William percaya bahwa konten yang sifatnya mobile, multi-platform dan interaktif adalah gebrakan baru yang saat ini terjadi. Dengan mengedepankan teknologi untuk kenyamanan para pembaca, IDN Media juga mengangkat 8 value yang mereka angkat yaitu kesetaraan gender, kesatuan ras dan etnis, persatuaan dari agama, perbedaan pandangan, anti pelecehan seksual, anti-bully, anti stereotip dan redefining beauty.

10. Whiteboard Journal

Whiteboard Journal bisa dibilang rumahnya komunitas yang hidup di dunia kreatif. Mereka memberikan para pembaca dalam negeri dan dunia internasional akses ke liputan berita harian, ulasan mendalam dan fitur pada lingkup fashion, musik, film, seni & desain, hiburan, publikasi, teknologi, makanan & minuman, perjalanan, dan budaya.

Diterbitkan dari Jakarta, Indonesia, tim Whiteboard Journal ini mengumpulkan konten dari setiap sudut dunia dan mengembangkan perspektif unik tertentu untuk pembaca mereka. Dari Jakarta ke New York hingga Amsterdam, beberapa individu paling berbakat dan terkenal telah menunjukkan kontribusi mereka dalam penulisan dan fotografi untuk jurnal ini, menjadikannya sebagai majalah online yang sangat berbeda dengan kebanyakan media online di luar sana.

Perkembangan Netflix Dan Fakta Menariknya

Perkembangan Netflix Dan Fakta Menariknya

Perkembangan Netflix Dan Fakta Menariknya – Perkembangan teknologi dan kecepatan internet membuat perubahan dalam menonton televisi dan film satu ini. Di negara Indonesia kini telah hadir Netflix yang memungkinkan seseorang menonton kapan dan di mana saja.

Sampai saat ini keberadaan Netflix pun tak dapat terlepaskan dari kebutuhan seseorang terhadap hiburan. Nah, bagaimana sejarah Netflix sehingga bisa digandrungi seperti sekarang? Berikut ulasannya di bawah ini!

Perkembangan Netflix Dan Fakta Menariknya

Tahun 1997 Hingga 2001

Pada awalnya di tahun 1997, Reed Hastings bekerja sama dengan seorang eksekutif perangkat lunak bernama Marc Randolph memulai ide Netfilx dengan tujuan untuk menyewakan film secara online. Di tahun berikutnya, diluncurkanlah situs penyewaan dan penjualan DVD pertama bernama netflix.com

Ada berbagai layanan pelanggan yang ditawarkan, salah satunya dengan menyewakan DVD secara tidak terbatas dengan paket bulanan berharga murah yang menjadi favorit banyak orang. Saat tahun 2000, Netflix mulai memperkenalkan gagasan baru berupa sistem rekomendasi film. Pilihan serta prediksi film ini dilakukan secara akurat oleh Netfilx bagi para anggotanya yang telah terdaftar. idnpoker

Tahun 2002 Hingga 2006

Suatu langkah besar yang dilakukan Netfilx adalah dengan membuat penawaran umum perdana di tahun 2002 berupa IPO di Nasdaq dengan berada di bawah Ticker “NFLX” serta menggaet sebanyak 600.000 anggota di Amerika serikat. Hasil tersebut, pada 2005 anggota Netflix pun bertambah menjadi 4,2 juta orang.

Tahun 2007 Hingga 2011

Pada tahun-tahun berikutnya, tepatnya pada 2007 Netflix mulai merilis fitur baru berupa layanan streaming yang memungkinkan seseorang menonton acara TV dan film-film di komputer pribadinya. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga mulai mengadakan kerja sama dengan perusahaan elektronik.

Hal ini bertujuan agar layanan streaming bisa dinikmati melalui perangkat apa saja. Sebagian diantaranya yakni Xbox 360, pemutar Blu-ray, serta dekoder televisi. Sejalan perkembangannya, Netflix pun telah dapat dinikmati di iPad, iPhone, serta iPod Touch Apple, Nintendo Wii, serta berbagai macam perangkat lainnya yang terhubung ke internet.

Tahun 2012 Hingga Sekarang

Dari Amerika Serikat dan Kanada, sejarah Netfilx kemudian berlanjut. Pada tahun2012 Netflix memperluas layanannya ke negara-negara di Eropa seperti Inggris, Irlandia, serta berbagai negara Nordik lainnya. Yang membuat menarik, di tahun tersebut Netflix mendapatkan penghargaan Primetime Emmy Engineering.

Saat Netflix sudah bisa diakses pada 2013 di Belanda, Netflix kembali meraih Primetime Emmy Engineering dengan 31 nominasi. Beberapa di antaranya yakni serial drama luar biasa, serial komedi, spesial nonfiksi untuk film-film House of Cards, Orange is The New Black, dan The Square.

Selanjutnya di 2014, Netfilx pun telah resmi ditayangkan di 6 negara baru di Eropa, yakni Austria, Belgia, Prancis, Luksemburg, Swiss, serta Jerman. Di tahun berikutnya, penyedia hiburan ini diluncurkan Selandia Baru, Jepang, dan Australia serta ekspansi ke beberapa negara lainnya seperti Italia, Spanyol, dan Portugal.

Di Indonesia sendiri, Netflix baru tersedia pada 2016 dengan memanfaatkan koneksi internet super cepat atau Broadband. Adapun kecepatan internet yang direkomendasikan untuk menonton Netlfix yaitu 4G LTE atau Fixed Broadband.

Ada juga berbagai kualitas yang ditawarkan oleh Netflix dimulai dari 1,5 Mbps untuk video standar, 3,0 Mbps untuk kualitas SD, 5,0 untuk kualitas HD, serta 25 Mbps untuk kualitas tontonan Ultra HD. Ketika koneksi internet melambat, maka tayangan Netflix akan melambat. Jadi, pastikan koneksi internetmu kencang dan tetap stabil sebelum menonton.

Apakah kamu salah satu penggemar Netflix? Kini platform tersebut sudah menjadi sangat populer terutama di kalangan milenial. Banyak serialnya yang menjadi hits dan memiliki banyak penggemar. Contohnya, Stranger Things, Black Mirror, House of Cards, dan lain-lain

Namun tahukah kamu kalau Netflix punya sederet fakta tersembunyi di dalamnya? Penasaran dengan fakta-fakta lain seputar platform video on demand tersebut? Simak berikut ini!

1. Usia Netflix lebih tua daripada Google

Perkembangan Netflix Dan Fakta Menariknya

Google diciptakan pada tahun 1998, tepatnya pada tanggal 4 September di Amerika Serikat. Sedangkan Netflix sudah ada sejak 29 Agustus 1997. Pada saat itu, mereka hanya menyediakan layanan berlangganan DVD. Ya, sederhananya tempat persewaan DVD. ini berlangsung hingga 2007 mereka mengumumkan akan menjadi layanan streaming video.

2. Pada awalnya, Netflix memiliki nama yang berbeda

Memilih nama untuk perusahaan adalah hal yang butuh pertimbangan. Ada beberapa nama yang dipertimbangkan, yaitu Directpix.com, Replay.com, dan Luna.com. Satu nama yang sudah dipakai selama beberapa saat adalah Kibble.com, yang lebih dikenal sebagai makanan hewan peliharaan.

3. Para pelanggan pertama Netflix mendapatkan konten pornografi

Ini terjadi di tahun 1998. Marc Randolph, co-founder Netflix ingin menawarkan video rekaman Presiden Bill Clinton memberikan testimoni mengenai keterlibatan dengan Monica Lewinsky. Namun video tersebut tercampur secara acak. Akibatnya beberapa ratus pelanggan mendapatkan DVD porno dari China.

4. House of Cards bukanlah tayangan pertama Netflix

Saat Netflix mulai meluncurkan tayangan original perdananya, House of Cards menyita perhatian banyak orang. Bahkan tayangan tersebut berhasil mendapatkan Emmy Awards. Padahal sebenarnya program pertama mereka adalah Lilyhammer.

5. Pelanggan Netflix menonton 100 juta jam konten per hari

Netflix kini memiliki lebih dari 50 juta subscriber. Jika diakumulasikan, seluruhnya dapat menonton 100 juta jam konten hanya dalam waktu sehari.

6. Karyawan baru Netflix mendapatkan gaji yang cukup besar

Siapa yang mau bekerja di Netflix? Berdasarkan data dari Glassdoor, perusahaan ini menawarkan gaji yang cukup besar untuk yang berlokasi di Amerika, yaitu mulai dari US$ 17,3 per jam. Ini setara dengan Rp245 ribu.

Nilai yang cukup fantastis bukan? Dilansir dari berbagai sumber, yang di Indonesia juga besar lho, bahkan masuk ke dalam deretan perusahaan yang berani menggaji tinggi para karyawannya.

7. Netflix menyediakan spoiler untuk tayangan yang mau kamu tonton

Platform ini tidak peduli dengan spoiler. Jika kamu tidak bisa mengikuti serial atau film favoritmu, itu adalah kesalahanmu.

Buktinya, mereka membuat situs untuk membuka semua rahasia tayangan favoritmu. Ketika tahun 2014 mereka membuka situs Spoil Yourself yang didedikasikan khusus untuk memberikan spoiler pada pelanggan mereka.

8. Mereka tahu berapa waktu yang dibutuhkan seseorang untuk memilih tayangan

Netflix memiliki data yang sangat besar mengenai pelanggannya. Mereka mencatat bahwa rata-rata pelanggan membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk memilih tayangan mana yang ingin mereka tonton.

9. Mereka tidak merilis rating tayangannya

Jumlah penonton tiap program merupakan hal yang bersifat rahasia bagi Netflix. Ini juga disebabkan karena layanan mereka didasarkan pada jumlah pelanggan, bukan jumlah penonton per tayangan. Namun kamu masih bisa melihatnya melalui Google.

10. Kini Netflix lebih populer daripada TV kabel

Jumlah peminat Netflix semakin meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2017, jumlah pelanggannya naik sebanyak 50 juta. Ini berbanding terbalik dengan jumlah pelanggan TV kabel yang berkurang sebanyak 48 juta di waktu yang sama.

11. Ada istilah baru, yaitu “Netflix cheating” Arti dari istilah tersebut adalah ketika pasangan menonton tayangan Netflix bersama, tapi salah satu dari mereka sudah menontonnya terlebih dahulu. Suatu penelitian melaporkan bahwa 46 persen pasangan ternyata melakukan “Netflix cheating”.

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi – Saat ini memahami eksistensi kreasi konten dalam  komunikasi massa dan media massa tidak cukup hanya dengan mengkaji cara kerja praktisi serta khalayak dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi. Hal tersebut memerlukan juga penelusuran tentang perubahan konsep komunikasi masa yang dipengaruhi  perkembangan teknologi pendukungnya. Konsep komunikasi dan media senantiasa mengikuti dinamika peradaban manusia yang saat ini telah memasuki era masyarakat informasi jika dibandingkan dengan era sebelumnya (era pertanian dan era masyarakat industri)

Penduduk informasi merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk dapat mendeskripsikan sebuah masyarakat yang dapat memaksimalkan suatu informasi dan teknologi komunikasi baru. Mereka memanfaatkan teknologu baru tersebut dalam berbagai sendi kehidupan ini seperti, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Masyarakat berintraksi dalam komunitas virtual termasuk didalamnya menghimpun hingga berbagi informasi. Tatanan dalam memperoleh informasi tidak hanya mengandalkan media masa yang bersifat konvensional saj, melainkan juga dapat melalui media komunikasi lainnya yaitu media online.

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Indonesia menempati peringkat tujuh Asia sebagai Negara dengan pengguna internet terbanyak. Data ini lazimnya juga dapat digunakan pemerintah Indonesia untuk melihat profit pengguna internet yang saat ini sekitar 34% masyarakat Indonesia yang sudah mengakses media informasi seperti youtube). Walaupun banyak menggunakan internet , tidak semua warga masyarakat melek akan teknologi saat  ini.  Dengan berbagai konten, kreasi masyarakat dapat diasah dan dijadikan sebagai penghasilan masyarakatnya itu sendiri. idn poker

Di masa digital sekarang kita disajikan dengan berbagai informasi bahkan hingga overloads. Walaupun begitu kita tak kunjung bosan. Kita senang mengapresiasi sesuatu yang baru dan mengesankan. Itulah kehebatan dari Content Creator.

Content Creator merupakan bagian dari sebuah tim kreatif yang terdiri dari penulis, illustrator, fotografer dan sebagainya. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa Content Creator adalah orang yang mampu menciptakan konten menarik.

Menjadi Content Creator sangat mungkin tidak hanya sebatas hobi, tetapi bisa menjadi menjadi profesi. Berawal dari ketekunan, fokus pada minat dan mengasah ketrampilan dan kreatifitas. Menjadi Content Creator tanpa batas usia, ras, latar belakang ekonomi maupun pendidikan. Kita bisa menjadi Content Creator di banyak sosial media, misalnya Instagram, Line dan yang sangat populer saat ini adalah YouTube.

Salah satu contoh Content Creation di sosial media yaitu YouTube. Di era milenium ini, hampir semua orang sudah mengenal YouTube. Apalagi dengan kemudahan membuat video yang bahkan bisa dilakukan hanya dengan mengunakan smartphone, YouTube semakin berjaya karena semakin banyak orang yang bisa mengunggah video miliknya sendiri untuk ditonton orang lain.

Pada dasarnya, YouTube merupakan sebuah website yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi video yang mereka miliki atau sebatas menikmati berbagai video klip yang diunggah oleh berbagai pihak. Tersedia berbagai macam video yang dapat diunggah ke situs ini, seperti video klip musik dari musisi tertentu, film pendek, film televisi, trailer film, video edukasi, video blog milik para vlogger, video tutorial berbagai macam aktivitas dan masih banyak lagi.

Saat ini memahami eksistensi kreasi konten dalam  komunikasi masa dan media masa tidak cukup hanya dengan mengkaji cara kerja praktisi serta khalayak dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi. Hal tersebut memerlukan juga penelusuran tentang perubahan konsep komunikasi masa yang dipengaruhi  perkembangan teknologi pendukungnya. Konsep komunikasi dan media senantiasa mengikuti dinamika peradaban manusia yang saat ini telah memasuki era masyarakat informasi jika dibandingkan dengan era sebelumnya (era pertanian dan era masyarakat industri)

Konten dapat diartikan sebagai tulisan, gambar, audio dan video yang disampaikan dalam media itu sendirin atau sesuatu yang diekspresikan melalui beberapa media seperti pidato, tulisan atau berbagai seni untuk ekspresi diri, distribusi, pemasaran dan atau publikasi. Sedangkan kreasi merupakan suatu bentuk dari seni, dimana diperlukan tindakan untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi berguna atau menarik untuk dilihat.

Kreativitas Konten Komunikasi dalam Media Informasi

Diperlukan keahlian tertentu untuk berkreasi, entah untuk menyenangkan diri sendiri ataupun untuk menyenangkan orang lain. Survey mendeskripsikan pembuatan konten sebagai kreasi adalah “orang-orang yang berkontribusi membuat konten di dunia online”.

Indonesia menempati peringkat tujuh Asia sebagai Negara dengan pengguna internet terbanyak. Data ini l juga dapat digunakan pemerintah Indonesia untuk melihat profit pengguna internet yang saat ini sekitar 34% masyarakat Indonesia yang sudah mengakses media informasi seperti youtube). Meskipun banyak menggunakan internet , tidak semua warga masyarakat melek akan teknologi saat  ini.  Dengan berbagai konten, kreasi masyarakat dapat diasah dan dijadikan sebagai penghasilan masyarakatnya itu sendiri.

Masyarakat Indonesia saat ini berada dalam fase transisi menuju masyarakat era informasi melalu kreasi konten. Kreasi konten dalam sebuah komunikasi masa dan media masa merupakan konsep yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah informasi yang dapat memaksimalkan informasi dan teknologi komunikasi yang baru. Di kancah global berbasis web yang didukung jaringan internet yang sangat baik mendukung masyarakat untuk berkarya sesuai bakatnya.

Fenomena semakin berkembang  dengan media sosial dan pergesaran pola masyarakat dalam mengkonsumsi informasi ini tidak dapat diabaikan begitu saja oleh praktisi industri media pemberitaan. Satu hal yang tidak kalah penting , industri media mainstream juga perlu mengetahui penggunaan berbagai platform dari media sosial.

Platform digital plukme telah dirancang sedemikian rupa bagi para content creator telah dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan yang dapat dibaca langsung di plulme atau media network milik plukme lainnya. Sebagai lazimnya seorang content creator ingin menulis suatu konten yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Salah satunya adalah konten yang berisi gambar-gambar yang berhubungan dengan isi konten yang disajikan. Hal ini agar memudahkan dan meringkas sebuah penjelasan makna yang terkandung dalam konten tersebut.

Di kancah global berbasis web yang didukung jaringan internet yang sangat baik mendukung masyarakat untuk berkarya sesuai bakatnya. Fenomena semakin berkembang  dengan media sosial dan pergesaran pola masyarakat dalam mengkonsumsi informasi ini tidak dapat diabaikan begitu saja oleh praktisi industri media pemberitaan.

Satu hal yang tidak kalah penting , industri media mainstream juga perlu mengetahui penggunaan berbagai platform dari media sosial. Platform digital plukme telah dirancang sedemikian rupa bagi para content creator telah dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan diri mereka melalui tulisan yang dapat dibaca langsung di plulme atau media network milik plukme lainnya. Sebagai lazimnya seorang content creator ingin menulis suatu konten yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Salah satunya adalah konten yang berisi gambar-gambar yang berhubungan dengan isi konten yang disajikan. Hal ini agar memudahkan dan meringkas sebuah penjelasan makna yang terkandung dalam konten tersebut.

Di era digital saat ini banyak sekali ditemukann hal-hal menarik untuk diulas bagi conten creator seperti tempat wisata, kuliner, fashion, make-up dan lain-lain. Kreasi konten ini bertujuan untuk mengasah kreatifitas masyarakat dalam bidan digital, baik itu melalui instagram ataupun youtube.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Para Milenial dan Era Industri 4.0 – Sebuah program Making Indonesia 4.0 mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini. Kewajiban negara pula untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0 itu.

Negara Indonesia telah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Tetapi, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari pergantian-pergantian yang ditimbulkannya. Bahkan, fakta-fakta perubahan itu masih sering diperdebatkan. Semisalnya, banyaknya toko konvensional di pusat belanja (mall) yang tutup sering dipolitisasi dengan argumentasi bahwa kecenderungan itu disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. Padahal, toko-toko konvensional memang mulai menghadapi masalah serius atau minim pengunjung karena sebagian masyarakat perkotaan lebih memilih sistem belanja online. Mulai dari beli baju, sepatu, dan buku hingga beli makanan semuanya dengan pola belanja online.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Masih ada beberapa contoh tentang dampak dari adaptasi era Industri 4.0. Semisalnya, karena faktor e-banking dan pesatnya perkembangan sistem pembayaran, 30 persen pos pekerjaan pada setiap bank diprediksi akan hilang dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, akhir-akhir ini pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor perbankan pun tak terhindarkan. Lalu, berlakunya ketentuan e-money untuk bayar tol pun punya dampak terhadap pekerja yang selama ini melayani pembayaran tunai di semua pintu jalan tol. idnplay

Industri surat kabar pun mengalami penurunan skala bisnis yang cukup signifikan, karena tak bisa bisa menghindari dampak dari pesatnya pertumbuhan media online. Beberapa ilustrasi ini menggambarkan perubahan yang muncul akibat digitalisasi dan otomasi dalam era Industri 4.0 sekarang ini. Perubahan-perubahan besar menjadi tak terhindarkan ketika dunia harus bertransformasi mengikuti perubahan zaman.

Revolusi Industri Pertama ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Lalu, produksi massal menjadi sebuah kemungkinan yang terbuka berkat adanya tenaga listrik pada Revolusi Industri Kedua. Sektor industri kemudian bisa mewujudkan otomatisasi produksi pada Revolusi Industri Ketiga karena dukungan industri elektronik dan teknologi informasi. Seluruh perubahan itu mendorong manusia beradaptasi, karena pada akhirnya akan mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan.

Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Karena itu, ada urgensinya jika negara perlu berupaya maksimal dan lebih gencar memberi pemahaman kepada semua elemen masyarakat tentang hakikat era Industri 4.0 dengan segala konsekuensi logisnya. Langkah ini penting karena belum banyak yang berminat memahami Industri 4.0. Masyarakat memang sudah melakoni beberapa perubahan itu, tetapi kepedulian pada tantangan di era digitalisasi dan otomasi sekarang ini pun terbilang minim.

Jadi, negara harus mengambil inisiatif mendorong semua elemen masyarakat lebih peduli era Industri 4.0. Dengan memberi pemahaman yang lebih utuh dan mendalam, masyarakat dengan sendirinya akan terdorong untuk bersiap menghadapi sekaligus merespons pergantian-pergantian dimaksud. Pun menjadi sangat penting adalah mendorong sektor pendidikan nasional –dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi– menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan pada era sekarang ini. Kurikulum yang membuka akses bagi generasi milenial mendapatkan ilmu dan pelatihan untuk menjadi pekerja yang kompetitif dan produktif.

Dalam konteks industri dan produksi, Industri 4.0 dipahami sebagai komputerisasi pabrik, atau otomasi dan rekonsiliasi data guna mewujudkan pabrik yang cerdas (smart factories). Terstruktur dalam pabrik cerdas ini adalah robot atau cyber physical system (sistem siber-fisik), Internet untuk Segala (IoT), komputasi awan (cloud), dan komputasi kognitif. Semuanya serba digital. Sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Kemudian, melalui IoT, sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain dan dengan manusia secara bersamaan. Lewat cloud, disediakan layanan internal dan lintas organisasi, yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai manufaktur.

Kompetensi SDM

Untuk merespons perubahan pada era Industri 4.0, pemerintah telah bersiap dengan merancang peta jalan (road map) berjudul Making Indonesia 4.0, sebagai strategi Indonesia memasuki era digital saat ini. Program Making Indonesia 4.0 menetapkan arah yang jelas bagi masa depan industri nasional. Negara berketetapan untuk fokus pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan, serta menjalankan 10 inisiatif nasional untuk memperkuat struktur perindustrian Indonesia, termasuk inisiatif mempersiapkan tenaga kerja yang andal serta keterampilan khusus untuk penguasaan teknologi terkini.

Para Milenial dan Era Industri 4.0

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengelompokkan lima industri utama yang disiapkan untuk Revolusi Industri 4.0. “Lima industri yang jadi fokus implementasi Industri 4.0 di Indonesia yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia,” kata Presiden saat membuka Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) pada pekan pertama April 2018.

Menurut Presiden, kelima industri tersebut ditetapkan menjadi tulang punggung guna meningkatkan daya saing. Lima sektor tersebut juga dinilai Presiden akan menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru berbasis teknologi. Memang, era Industri 4.0 sudah menghadirkan pabrik cerdas karena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, peluang bagi tercipta dan tersedianya lapangan kerja baru tetap terbuka.

Persiapan negara berlanjut dengan gagasan pembangunan infrastruktur digital. Era ini, bagian Kementerian Perindustrian bersama Kemenkominfo serta PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sedang melakukan mapping penerapan teknologi 5G di sejumlah kawasan industri. Dikarenakan, sektor industri butuh konektivitas serta interaksi melalui teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan di seluruh rantai nilai manufaktur demi efisiensi dan peningkatan kualitas produk.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah mengemukakan keyakinannya bahwa Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci di Asia dalam implementasi Industri 4.0. Terdapat dua potensi nyata yang melandasi keyakinan itu, yakni pasar yang besar dan ketrampilan. Dua potensi ini mampu mendukung pengembangan era digital.

Sebab, dewasa ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta orang. Dan, ketrampilan generasi milenial bisa terekam pada semua perguruan tinggi atau universitas di Indonesia. Industri Airlangga pun memastikan bahwa generasi milenial akan memainkan peran penting. Sedikitnya 49,5 persen pengguna internet berusia 19-34 tahun. Mereka berinteraksi atau melek teknologi berkat telepon pintar (smartphone).

Potensi nyata yang digambarkan Menteri Airlangga itu harus ditingkatkan dan dipertajam. Sebab, dalam fungsinya sebagai pekerja, generasi milenial dituntut untuk meningkatkan kapasitas. Tak cukup hanya dengan penguasaan teknologi, tetapi harus dilengkapi penguasaan sejumlah bahasa asing agar bisa komunikatif pada tingkat global. Peningkatan kapasitas pekerja milenial itu bisa diwujudkan melalui pelatihan, kursus dan sertifikasi. Industri dan institusi pendidikan pun harus peduli pada isu tentang peningkatan kapasitas pekerja di era Industri 4.0 ini.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian sedang giat-giatnya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar menguasai teknologi digital. Sebuah cara yang dipilih adalah program vokasi SMK dan industri, serta memacu politeknik melalui program skill for competitiveness. Pasti menjadi sangat ideal jika program peningkatan kompetensi SDM itu bisa masuk dalam kurikulum pendidikan sejak pendidikan dasar untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif.

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital – Perkembangan teknologi informasi tak bisa dihindari telah menciptakan disrupsi pada berbagai bidang. Salah satunya, bisnis media massa konvensional.

Dikutip dari salah satu media pers di Indonesia, dalam dua-tiga tahun ini beberapa media konvensional di Indonesia memutuskan untuk menghentikan bisnis cetak dan beralih ke media online.

PricewaterhouseCoopers (PwC), lembaga audit dan konsultan global yang berbasis di London, melansir riset menarik bertajuk ‘Perspectives from the Global Entertainment and Media Outlook 2017–2021: Curtain up! User experience takes center stage’.

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Dalam riset itu, PwC melakukan survei terhadap 54 negara dengan klasifikasi 17 segmen atau subsektor bisnis dalam klasifikasi industri entertainment & media (E&M).

Pada 2021, diprediksi industri E&M Indonesia hanya mampu meraup pendapatan US$23-US$25 miliar, di bawah rata-rata pendapatan negara yang disurvei US$41 miliar.

Sementara, laju pertumbuhan investasi tahun majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) industri E&M Indonesia sebesar 9%-10%, dua kali lipat dari pertumbuhan global yang hanya 4,2%. idn play

Tutupnya Koran Tertua di Malaysia

Pada awal Desember 2018 menjadi hari terakhir koran Malay Mail versi cetak terbit. Malay Mail, koran tertua di Malaysia, akhirnya harus ikut bertekuk lutut pada kedigdayaan internet. Tren senja kala media cetak terjadi di Negeri Jiran.

Edisi terakhir ini diunggah Dhimas Ginanjar, pemimpin redaksi Jawapos.com, di akun Twitternya. Dia menyatakan, “Koran tertua di Malaysia itu kini berpindah secara penuh ke digital.”

Utusan Malaysia ( Jawi : اوتوسن مليسيا; secara harfiah The Malaysia Courier ) adalah surat kabar berbahasa Melayu yang diterbitkan di Malaysia. Berbeda dengan masthead birunya sebagai logo dan merek dagangnya, Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan di Jawi pada tahun 1939. Utusan Malaysia menjadi media yang berpengaruh bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka terhadap keputusan Pemerintah Inggris di Malaya.

Meskipun ada laporan awal bahwa Utusan Malaysia dan saudara perempuannya menulis Mingguan Malaysia , Kosmo! , dan Kosmo! Ahad akan ditutup pada pertengahan Agustus 2019, penerbit surat kabar Utusan Group mengumumkan bahwa mereka akan terus menerbitkan setelah menerima suntikan dana sebesar RM $ 1,6 juta dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Tutupnya Media Cetak Tertua Malaysia & Tantangan Era Digital

Sirkulasi Utusan Malaysia memuncak hingga 350.000 kopi sehari pada 1990-an dan itu adalah salah satu surat kabar terlaris di Malaysia. Sirkulasi telah menurun sekitar 250.000 pada tahun 2004 dan kemudian turun menjadi 144.438 eksemplar pada paruh pertama 2016. Mingguan Malaysia, edisi Minggu Utusan Malaysia, memiliki sirkulasi 313.495 pada paruh pertama 2016, yang menjadikannya paling populer koran dalam bahasa Melayu.

Menurut kantor berita Bernama, Malay Mail telah berusia 122 tahun, terbit pertama kali pada 14 Desember 1986. Edisi terakhir Malay Mail berisi 60 halaman full color, isinya bukan berita, melainkan nostalgia.

Per 2 Desember, Malay Mail menghentikan produksi koran cetak dan sepenuhnya beralih ke online. Pemimpin Redaksi Malay Mail, Datuk Wong Sai Wan, dalam pesan perpisahannya meminta pembaca untuk ikut serta dalam perjalanan baru media tersebut di dunia digital.

Alasan diberhentikannya edisi cetak sama seperti alasan koran lainnya yang tutup: Kalah bersaing dengan media online. Wong mengatakan, koran Malay Mail cetak hanya dibaca generasi tua yang memerlukan media fisik, bukan digital.

Masyarakat lebih suka membaca berita di internet yang bisa didapatkan dengan gratis. Semakin banyak pembaca, semakin banyak pula pemilik usaha yang beralih memasang iklan di media online. Persaingan ini tak kuat dihadapi media cetak.

“Model bisnis koran cetak tidak sempurna karena bergantung pada iklan untuk bertahan, dan kemudahan akses informasi digital membuat kami merasa tidak berguna sebagai penyedia berita,” kata Wong kepada Bernama.

Apa yang terjadi terhadap Malay Mail sejatinya dialami oleh media cetak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak media cetak di negara ini akhirnya tutup buku dan beralih ke internet.

Di antara media-media besar Indonesia yang memutuskan berhenti menggunakan tinta dan beralih ke industri digital adalah Tabloid Bola, Majalah Hai, Majalah Kawanku, hingga Jakarta Globe.

Di Amerika Serikat, fenomena ini telah terjadi sejak 2004 lalu. Menurut data Universitas North Carolina (UNC) tahun lalu, ada 1.800 koran lokal yang tutup atau merger karena kalah dengan media online.

Beberapa media di Malaysia juga tengah mengalami masa-masa sulit. Akhir tahun lalu, sebanyak 800 karyawan koran Utusan Malaysia diberi opsi untuk pensiun dini karena keuangan media itu sedang terjepit.

Utusan Melayu tidak lagi mendapatkan dukungan finansial penuh dari UMNO setelah koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilu Mei 2018. Koran Utusan Malaysia dikenal sebagai corong pemerintahan Najib Razak sebelum dikalahkan kubu Mahathir Mohamad.

Padahal di awal 90-an, koran ini bisa mencapai oplah antara 250 ribu hingga 300 ribu. Namun angka itu menurun drastis pada 2005, di awal kebangkitan media online di Malaysia.

Media Prima Malaysia dan Star Media Group, kelompok media terbesar di Malaysia, menurut Bernama telah memutus kontrak 1.000 staf akibat kurangnya pemasukan.

“Koran punya masa depan yang sangat terbatas di situasi sekarang ini,” kata penerbit Malay Mail Datuk Siew Ka Wei.

Tantangan Media Massa di Era Digital

Sebelumnya, Direktur utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Meidyatama Suryodiningrat menjelaskan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh media massa Indonesia di era digital. Tantangan yang paling utama dihadapi oleh media massa ialah maraknya berita hoax.

Meidyatama mengatakan berita hoax dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berbagai persepsi di masyarakat. Ia menyebut negara Amerika merupakan salah satu negara, yang pernah  kesulitan menangani berita hoax. Maraknya berita hoax tersebut terjadi saat Pemilu presiden Donal Trump.

“Amerika saja yang merupakan negara adikuasa pernah kesulitan mengendalikan berita hoax tentang Donal Trump, apalagi media di Indonesia,” ujarnya saat mengisi materi kuliah umum di Perpustakaan Unand lantai Lima lalu.

Tak hanya berita hoax, kata Meidyatama, hal lainnya seperti keberagaman media, etika media non tradisional, serta business model menjadi tantangan tersendiri bagi media Indonesia. Terdapat  lebih dari 1000 media lokal cetak Indonesia, serta ratusan media radio dan televisi yang berada di beberapa kelompok besar di Indonesia. Keberagaman media tersebut bersaing dalam menyajikan informasi.

Sedangkan etika media non tradisonal, lanjut Meidyatama, merupakan sikap seseorang dalam bermedia massa. Media sosial turut serta memberikan informasi lewat penggunanya, contoh kecilnya ialah sikap dalam bermedia sosial. Sedangkan model business merupakan tinjauan ekonomi dari sebuah media massa.

“Semakin berkembang media massa, semakin banyak tantangan yang akan dihadapi. Diantaranya ragam media di Indonesia, terutama media massa digital yang mengutamakan kecepatan waktu dalam menyajikan informasi,” katanya.

Media merefleksikan konsumennya dan konsumenlah yang memilih media yang akan dibaca atau ditontonnya, kata Meidyatama.

Sehingga sebuah media akan menyajikan informasi sesuai kebutuhan konsumennya. Ia menekankan bahwa setiap konsumen memiliki pilihan dalam mencari infomasi dari sebuah media.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media – Industri media merupakan dunia industri yang sangat berpengaruh besar pada perubahan budaya suatu negara. Media merupakan alat untuk memperkenalkan kebudayaan suatu negara ke seluruh negara di dunia. Mengapa demikian ?. Industri media di suatu negara tentu saja ingin memperluas bisnis industri yang dia jalani. Tidak hanya ingin eksis di negara nya sendiri namun juga ingin agar media yang dia jalani bisa dikenal banyak orang di dunia. Hal ini disebut ekspansi media. Ekspansi adalah usaha untuk memperluas suatu bisnis dengan menambah cabang-cabang usaha di wilayah lain.

Globalisasi adalah berasal dari kata Globalization. Global artinya dunia sedangkan lization artinya adalah proses. Secara bahasa arti Globalisasi adalah Suatu proses yang mendunia, suatu proses yang membuat manusia saling terbuka dan bergantung satu sama lainnya tanpa batas waktu dan jarak. Dengan adanya perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi yang kemudian berdampak pada mudahnya transaksi keuangan yang terjadi di seluruh Negara.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Selama beberapa waktu terakhir terdapat banyak sekali perkembangan dalam bidang teknologi yang berkaitan langsung dengan transaksi keuangan yang bisa memudahkan Anda untuk melakukan transaksi tidak hanya di Negara sendiri melainkan di Negara lain. idnplay

Dengan adanya globalisasi ini maka pemenuhan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat menjadi lebih mudah, karena berbagai barang bisa dengan mudah masuk ke dalam negeri dari luar negeri. Sektor ekonomi kecil pun semakin berkembang dan bisa berpotensi menjangkau pasar luar negeri.

Bukan hal yang sulit lagi pada masa ini untuk mendapatkan kabar dan berita dari tempat yang jaraknya ribuan kilometer dari tempat kita berada dalam waktu yang sama. Semuanya seolah dengan mudahnya kita ketahui tanpa perlu melakukan usaha yang berat.

Tidak seperti di jaman dulu, kabar di belahan dunia lain yang sudah terjadi sebulan yang lalu baru akan kita ketahui di hari ini.  Dengan adanya globalisasi ini tentunya juga didukung dengan adanya teknologi yang semakin lama semakin berkembang dan  memudahkan kehidupan manusia. Di jaman Globalisasi saat ini semua yang kita lakukan menjadi lebih efektif dan efisien.

Namun disisi lain globalisasi juga memiliki dampak, entah efek yang + dan juga – dalam berbagai bidang. Nah, itu tadi penjelasan singkat menganai globalisasi mulai dari pengertian globalisasi, teori, jenis macam ciri ciri globalisasi pengaruh dan dampak globalisasi baik itu positif ataupun negatif.

Globalisasi media Barat telah menjadi pengaruh besar dalam membentuk budaya media internasional. Walaupun ada kekuatan untuk konvergensi dan homogenisasi, penyebaran model televisi komersial yang profesional di AS juga membawa perubahan yang menguntungkan bagi beberapa industri media nasional dan regional, yang mengarah pada kebangkitan nasionalisme budaya. Ketersediaan teknologi digital dan jaringan satelit telah memungkinkan pengembangan siaran regional, seperti Pusat Penyiaran Timur Tengah pan-Arab (MBC) dan saluran Mandarin Phoenix, yang melayani orang Cina yang diaspora.

Middle East Broadcasting Centre (MBC) adalah media telivisi di negara Arab yang berkembang dengan baik. Di negara Arab perkembangan media masih berada di bawah kendali pemerintah. Semakin populernya televisi internasional telah menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian beberapa programnya dengan peraturan yang ketat, terutama tentang penggambaran perempuan di televisi atau di bioskop. Namun muncul pertanyaan lagi apakah Arab bisa mengontrol MBC sendiri tanpa peran dari negara barat (AS). Oleh karena itu peran Amerika sangat penting dalam perkembangan MBC.

Dengan populasi 1,2 miliar dan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, China adalah sebuah hadiah bagi pasar media di dunia. Sangat tidak mengherankan, kemudian, bahwa perusahaan media besar telah berusaha untuk memasuki pasar yang menggiurkan ini. Akantetapi, hambatan bahasa dan kontrol ketat gelombang udara oleh pemerintah Cina, telah membuat sulit bagi pemain media transnasional untuk beroperasi di China. Peluncuran News Corporation pada 1996 dari Phoenix Chinese Channel, saluran berbahasa Mandarin sepanjang waktu merupakan upaya untuk mengatasi hambatan ini dengan melokalisasi produk media. Sebagai saluran televisi China regional, yang didukung oleh salah satu konglomerat media terbesar di dunia dan bersimpati kepada pemerintah di China, Phoenix adalah kendaraan penting bagi pengiklan internasional, meskipun kapasitasnya untuk mengangkat isu-isu penting dan melawan sensor  terang-terangan dan tertutup tetap sangat terbatas.

Didalam industri media “Realisme” dan “Bisnis” tidak dapat dipisahkan. Misalnya dalam media televisi, teleivisi merupakan industri media dengan persaingan yang sangat keras. Persaingan dengan mengahasilkan suatu program yang inovatif yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Supaya membuat program-program inovatif tentunya membutuhkan usaha dan biaya produksi yang besar.

Pengaruh Media Pada Kebudayaan Negara & Bisnis di Industri Media

Dengan perkembangan tahun 1990-an, televisi telah mendominasi layar media di hampir setiap bagian dunia dan ikon-ikon televisi global seperti CNN dan MTV telah menjadi ada di mana-mana. Peran televisi dalam pembangunan identitas sosial dan budaya sekarang jauh lebih kompleks daripada di era penyiar nasional tunggal dan ruang publik bersama, yang menjadi ciri televisi di sebagian besar negara di tahun-tahun pasca perang. Meskipun penyiar nasional terus menjadi penting di sebagian besar negara, masih menerima pangsa pemirsa tertinggi, ketersediaan saluran televisi yang sangat banyak telah mempersulit wacana nasional. Di jaman multi-channel, pemirsa dapat memiliki akses simultan ke berbagai saluran lokal, regional, nasional, dan internasional, sehingga mampu terlibat dalam berbagai tingkat wacana yang dimediasi.

Bisnis dalam industri media selain mendapatkan keuntungan secara finansial, juga memberi keuntungan bagi Sumber Daya Manusia (SDM). Contohnya pada tahun 2015 CNN mengajak salah satu media Indonesia yaitu PT Trans Media Corpora untuk bekerjasama membangun CNN Indonesia. CNN adalah channel media yang terkenal di kancah internasional. CNN Indonesia beberapa kali pernah membuat berita untuk CNN pusat, artinya SDM Indonesia telah diakui oleh CNN. Oleh karena itu melalui CNN ini bisa membawa media Indonesia semakin maju.

Persaingan di industri media khususnya di pertelevisian yang semakin ketat memberi kewajiban pada setiap media untuk tetap eksis. Mementingkan profit suatu program acara adalah cara yang tepat agar tetap eksis dalam berbisnis di dunia pertelevisian. Perkembangan zaman membuat teknologi semakin canggih, dan industri media tentu membutuhkan peralatan-perlatan teknologi yang maju agar dapat menunjang kualitas produksi suatu media pertelevisian. Oleh karena itu bisnis dan televisi tidak lepas dari mementingkan profit.Untuk  industri media pertelvisian menggunakan profit yang didapat untuk terus memenuhi kebutuhan teknologi yang dituntut agar terus berkualitas.

Kesimpulan

Negara baian barat adalah negara yang saat sangat populer dengan berbagai kecanggihan dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu peran barat dalam industry media tentu akan membuat industry tersebut dapat sukses. Berkaitan dengan bisnis, industri media tentu beriorentasi pada keuntungan, dimana keuntungan merupakan cara agar media tetap eksis di industri media. Modal yang besar juga memiliki kemungkinan besar untuk tetap eksis dan dapat menghasilkan program-program yang berkualitas.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media – Baron Paul J. Reuter (1816-1899)

Layanan berita internasional pertama dan terbesar di dunia dipelopori oleh Baron Paul J. Reuter. Pria berdarah Yahudi dan kelahiran Jerman ini kemudian menetap di Inggris dan dihormati atau dikenal dengan nama Baron, suatu gelar kebangsawanan Inggris. Layanan berita internasional pertama yang dia dirikan di Inggris itu disebut Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar sedunia.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Reuter juga cepat mengantisipasi dua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi lewat kawat-kawat telegrafi. Dan kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antar-benua.

Adolp Ochs (1858-1935)

Harian The New York Times – disingkat NYT – demikian populernya sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh “The Bee Gees” dari Australia. NYT memang suatu koran bergengsi – di Amerika Serikat dan dunia. Pemilik dan pengelola masa awalnya adalah Adolph Ochs, seorang pengusaha pers berdarah Yahudi-AS. idn play

Ochs tidak langsung memiliki dan mengelola NYT. Penerbit koran kelahiran Ohio AS itu mula-mula membeli dan mengelola Chattanooga Times pada tahun 1878, koran terkemuka di AS bagian selatan. Delapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengelola The New York Times.

Apa yang menyebabkan NYT menjadi suatu harian yang bergengsi ? Mungkin, pandangan Adolph Ochs tentang pers bisa menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan peliputan yang komprehensif, etis, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian : “Tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”. Lain dari itu, dia menciptakan slogannya yang menjadi tuntunan bagi pemuatan berita di koran itu. “Semua berita yang cocok untuk dicetak, (cetaklah).” Penerapan pandangannya mengakibatkan NYT menjadi koran terkemuka AS yang tak tertandingi dalam gengsi dan dampak globalnya.

Joseph Pulitzer (1847-1911)

Gajah mati meninggalkan gading. Joseph Pulitzer wafat meninggalkan Hadiah Pulitzer – bagi bangsa Amerika Serikat. Hadiah itu dianugerahkan bagi prestasi luar biasa dalam jurnalisme, kesusastraan, dan teater – sampai sekarang.

Siapakah dan apakah Joseph Pulitzer ? Dia adalah seorang editor terkenal di dunia karena Hadiah Pulitzer yang diwariskannya. Sebelum menjadi terkenal dalam jurnalisme, dia masuk tentara dan – sesudah pensiun – menetap di Saint Louis sebuah kota di AS. Keterlibatannya dalam jurnalisme didorong antara lain oleh kemiskinannya sesudah pensiun. Tanpa uang sepeser pun, dia mencari nafkah dengan menulis pertama kali untuk sebuah koran berbahasa Jerman. Keberuntungannya lalu berubah. Dalam beberapa tahun, reporter itu dipilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat negara-bagian Missouri. Di Missouri, dia menolong membentuk Partai Republikan Liberal. Akan tetapi, niat utamanya adalah koran. Untuk menyalurkan minatnya, Joseph Pulitzer mendirikan usaha-usaha penerbitan. Usaha-usaha ini kemudian meninggalkan efek yang bertahan lama sesudah dia wafat karena menetapkan standar-standar jurnalisme modern. Kemudian, dia menghidupkan kembali atau mendirikan harian The St. Post-Dispatch (1878), The New York World (1883), dan The Evening World (1887). Koran-koran itu berkembang berdasarkan pelaporan investigatif, sensasionalisme, dan pembeberan kesalahan-kesalahan politik. Sesudah wafat, dampak Joseph Pulitzer pada jurnalisme dan kesenian masih berlangsung.

David Sarnoff (1891-1971)

Ingat film Titanic, ingat Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose Dewitt Bukater (Kate Winslet). Ingat kisah nyata Titanic, ingat David Sarnoff. Lelaki Yahudi-AS itulah penerima pesan tanpa kabel (wireless) dari kapal pesiar mewah itu pada malam tahun 1912 : “S.S. Titanic menabrak gunung es. Tenggelam cepat.” Ketika menerima pesan SOS itu, Sarnoff yang bekerja sebagai seorang operator telepon tanpa kabel pada sebuah perusahaan telekomunikasi meneruskan pesan itu kepada sebuah kapal uap. Kapal uap itu lalu melaporkan bahwa Titanic sudah tenggelam dan beberapa penumpang yang masih hidup dinaikkan ke kapal uap itu. Taft, Presiden AS waktu itu memerintahkan stasiun-stasiun radio lain untuk tidak terlibat. Dan dengan demikian, David Sarnoff seorang diri tetap bertugas selama 72 jam. Dia mencatat nama-nama mereka yang hidup dan membuat namanya terkenal pada jutaan pembaca koran tentang musibah itu.

Para Tokoh Dunia Dalam Industri Media

Cuplikan dari riwayat hidupnya menunjukkan jenis pekerjaannya yang akan membuka kesuksesan besarnya di masa depan. Kariernya di AS di bidang media massa elektronik mulai diketahui masyarakat umum ketika dia pada tahun 1917 mendesak supaya sebuah “kotak musik radio” yang sederhana dipasarkan. Perusahaan Marconi AS mengatakan rencana Sarnoff akan menjadikan radio suatu “alat rumah tangga” yang sama dengan piano atau fonografi. Kariernya lalu menanjak sehingga dia menjadi seorang eksekutif media berita, khususnya televisi dan radio. Sebagai eksekutif media berita, Sarnoff menunjukkan kepemimpinan yang tegas. Dia kemudian menyatukan televisi dan radio menjadi sarana-sarana utama komunikasi massa. Dia cepat menanjak menjadi presiden direktur RCA – Radio Corporation of America – yang didirikan Owen D. Young. Selain itu, dia memampukan RCA membuat siaran-siaran radio dari pantai yang satu ke pantai yang lain di AS. Posisi ini akan mengarahkannya menjadi pendiri NBC – National Broadcasting Corporation – dan anak-anak perusahaannya, Blue Network dan Red Network pada tahun 1927. NBC membawahi banyak stasiun radio di AS dan memperluas jaringan siaran dari satu pantai ke pantai lain di AS. Kemudian, dia meningkatkan siaran televisi RCA menjadi siaran televisi berwarna. Dia kemudian membangun perusahaan itu menjadi kompleks elektronik terbesar sedunia pada waktu itu. Untuk jasa-jasanya yang begitu menonjol dalam bidang media massa, David Sarnoff secara beralasan dihormati bangsa AS sebagai “Bapa televisi Amerika”.

William S. Paley

Salahsatu tokoh media massa elektronik lain yang akan bersaing dengan Sarnoff adalah William S. Paley. Pria ini mendirikan CBS atau Columbia Broadcasting System pada tahun 1928. 1 tahun kemudian, dia memindahkan CBS ke New York dan menjadikannya saingan NBC milik Sarnoff.

Rupert Murdoch (1931- ) atau yang biasa dikenal sebagai Raja Media 

Ruport Murdoch yang lahir di Melbourne Australia tahun 1931, kemudian pindah dan menetap di Amerika Serikat adalah pemilik News Corp. Salah satu korporasi media paling besar dan paling berpengaruh di dunia. Melalui kerajaan bisnis media massa dan penerbitan lainnya, dia menjadi salah seorang terkaya di dunia.

Murdoch juga mewarisi suatu koran Australia dengan oplah kecil tahun 1952. Kemudian, dia secara agresif mengubahnya menjadi News Corp, salah satu perusahaan media terbesar di dunia. Konglomerasi ini mencakup televisi, film-film fitur, layanan online, koran, dan buku-buku.

Tahun 1980-an, dia menjadi warga negara Amerika Serikat demi memenuhi syarat untuk memiliki stasiun-stasiun televisi di sana. Sekarang, dia memiliki Asian Star Television dan saham di Fox TV Network, Penerbit Harper Collins Books, 20th Century Fox, dan harian The New York Post.